Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Bola-bola Daging Sapi Jadi Andalan Siapkan Generasi Unggul di Kota Kretek

Di Kabupaten Kudus, para orangtua mendukung adanya program makan bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah pusat.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Menu olahan bola-bola daging disiapkan pengusaha katering, Natalia Kristiani dalam uji coba program makan bergizi gratis bagi pelajar di Kabupaten Kudus, Senin (30/9/2024). 


Satu paket makan yang disiapkan mengandung 50 gram protein hewani, 30 gram protein nabati, 100 gram nasi, dilengkapi sayur, buah, dan susu. 


Sebagai mitra program makan bergizi gratis, Natalia komitmen menyiapkan produk serupa dengan takaran nilai gizi seimbang untuk diberikan kepada para pelajar di Kabupaten Kudus. 


"Uji coba ini hanya empat hari, sudah kami siapkan menu terbaik selama empat hari ke depan. Semoga bisa konsisten sampai program makan bergizi gratis berjalan pada 2025 mendatang," tegasnya. 


Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto menjelasakan, protein hewani sangat diperlukan bagi tubuh. Bisa didapatkan melalui daging-dagingan dan telur yang mudah didapatkan.


Namun, asupan protein hewani juga harus diimbangi dengan protein nabati, sayur-sayuran, juga buah-buahan, agar nutrisi yang masuk ke tubuh seimbang. 


"Tubuh kita juga butuh karbohidrat, namun semua harus terukur, tidak boleh berlebih. Susu juga harus sering dikonsumsi untuk menambah daya tahan tubuh," ujarnya. 


Menurut dia, produk hewani sangat bernilai untuk menunjang tumbuh kembang anak. 


Protein hewani berguna untuk memacu sel-sel otak manusia, agar lebih aktif. Diharapkan bisa menjadi stimulan anak supaya lebih mudah mengikuti pelajaran, daya ingat kuat, serta daya tahan tubuh lebih kuat. 


Memacu anak lebih aktif dalam belajar, memacu kognitif, mencegah anak agar tidak mudah ngantuk, tidak mudah capek, dan bisa lebih aktif belajar di sekolahan.

Baca juga: Empat Hari Berjalan, Program Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Kudus Gunakan Anggaran Rp282juta


Tentunya semua itu butuh konsistensi yang tinggi dalam rangka memberikan asupan makanan yang terukur, baik angka kecukupan gizi maupun kebutuhan protein yang dibutuhkan tubuh. 


"Tentunya semua yang dilakukan butuh evaluasi terkait dampak yang diperoleh, berkaitan dengan berat badan dan tingkat kecerdasaan juga harus diukur," jelasnya. 


Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia sekaligus perwakilan Tim 5 Pelaksana Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Nevy Dwi S mengapresiasi upaya-upaya masyarakat yang mau berimprovisasi dalam menyiapkan makanan beraneka ragam.


Kreativitas dalam hal mengolah makanan sangat dibutuhkan agar anak tidak bosan. Tentunya harus tetap memperhatikan standar gizi Nasional.


"Produk hewani contohnya, kalau dikelola biasa-biasa saja, anak pasti akan cepat jenuh. Apalagi kalau program makan bergizi gratis sudah diterapkan penuh 2025 nanti. Butuh orang seperti Natalia Kristiani yang kreatif dalam mengolah produk hewani. Kita tunggu inovasi lain yang dikreasikan untuk anak-anak generasi bangsa Indonesia," tegasnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved