Berita Pati
Peserta dari Swedia Andreas Agreen Ingin Bawa Konsep Lomba Layangan ala Indonesia ke Negerinya
Ratusan pecinta layang-layang antusias mengikuti Festival Layang-layang Sungging Prabangkara di Pantai Empu Rancak Karanggondang, Kecamatan Mlonggo
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA -- Ratusan pecinta layang-layang antusias mengikuti Festival Layang-layang Sungging Prabangkara di Pantai Empu Rancak Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Minggu (6/10).
Lomba tersebut digelar oleh Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi) Kabupaten Jepara.
Pantauan Tribun Jateng, ada sekitar 100 layang-layang mengudara di tanah lapang areal wisata Pantai Empu Rancak.
Terlihat para peserta menerbangkan layangan dengan berbagai bentuk dan karakter, mulai dari layangan tradisional berbentuk naga, kreasi, olahraga, hingga layangan balon atau berbentuk karakter.
Penasihat Komunitas Pelangi Jepara, Loteny Swastika Tenny Ria mengatakan, festival layang-layang yang telah diadakan untuk kali ketiga di Jepara ini mendapat sambutan hangat dari para pelayang lokal maupun internasional.
Dalam lomba itu terdapat peserta yang berasal dari Polandia dan Swedia.
“Kami dari Komunitas Pelangi ini sering diundang di event festival layangan di luar kota atau luar negeri.
Sebaliknya, kami mencoba membuat event dan mengundang peserta dari luar negeri juga. Ada dari Blora, Sleman, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Polandia dan Swedia,” kata Tenny kepada Tribun Jateng.
Tenny menjelaskan, festival layang-layang ini diadakan untuk melestarikan permainan tradisional.
Menurutnya, produk layangan dari Jepara tidak kalah bagus dengan daerah lain. Dia ingin, layangan ini bisa menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
“Kemarin waktu ikut festival di Jakarta, (layangan kami) dibeli oleh peserta dari India. Ini menandakan bahwa layangan dari Jepara itu bagus-bagus,” terang Tenny.
Dia menjelaskan, layang-layang yang diterbangkan terdiri atas 75 layangan tradisional, 12 layangan naga, 10-an layangan balon, dan masih ada layangan kecil lainnya.
“Peserta yang memenangkan festival layang-layang ini akan mendapat trofi dan suvenir dari panitia,” katanya.
Peserta asal Swedia, Andreas Agreen, mengaku senang dengan festival layang-layang di Jepara yang telah menjadi event tahunan ini.
Ia menyebut, di Swedia belum ada tradisi layang-layang.
Festival Layang-Layang
Festival Layang - layang Sungging Prabangkara
Sungging Prabangkara
Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia
| Drama Tari Wayang Topeng Soneyan, Kesenian Sakral Bersejarah pada Momen Sedekah Bumi di Pati |
|
|---|
| Viral Outing Class Siswa Harus Bayar Rp1,8 Juta, Kepala SMPN 1 Tayu Pati Bungkam Usai Dicecar DPRD |
|
|---|
| Buntut Outing Class ke Bali Rp1,8 Juta Harus Lunas Dalam 1 Minggu, Kepsek SMPN 1 Tayu Dipanggil DPRD |
|
|---|
| Dua Residivis Narkoba Kembali Ditangkap di Pati, Ngaku Dapat Sabu dari Napi Lapas Kedungpane |
|
|---|
| Terungkap 64 Laporan Dugaan Korupsi di Pati, KPK Langsung Turun Tangani, Ini Sektor Paling Rawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/skasdkkadskasdksadk.jpg)