Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karaganyar

Pemkab Karanganyar Inisiasikan Gerakan Kenyang Tidak Harus Nasi Setiap Rabu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai menginisiasi gerakan kenyang tidak harus nasi guna meningkatkan konsumsi komoditas non beras

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
Diskominfo Karanganyar.
Pj Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi memberikan sambutan saat peringatan Hari Pangan Dunia di Halaman Kantor Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Rabu (16/10/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai menginisiasi gerakan kenyang tidak harus nasi guna meningkatkan konsumsi komoditas non beras.

Pernyataan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi saat apel Hari Pangan Dunia dan Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan) PP Karanganyar, Rabu (16/10/2024).

Timo sapaan akrab Pj Bupati Karanganyar menyampaikan, pihaknya akan membuat Surat Edaran (SE) dalam rangka mendukung gerakan kenyang tidak harus nasi.

Dalam surat tersebut, terangnya, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyuguhkan hidangan non-beras di acara setiap Rabu.

"Setiap Rabu kita instruksikan ke setiap OPD mensuskeskan kenyang tidak harus nasi," katanya di sela apel, Rabu siang.

Di sisi lain, komoditas non beras juga banyak diproduksi oleh masyarakat Kabupaten Karanganyar.

Dia menerangkan, sehingga OPD nantinya menyajikan olahan non beras setiap Rabu.

Pj Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Titia Sri Jawoto mengatakan, indeks ketahanan pangan Kabupaten Karanganyar menempati urutan kesembilan tingkat nasional.

Hal tersebut patut dibanggakan dan tentu capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras para petani, dinas dan semua pihak.

Dia menambahkan, bertepatan dengan Hari Pangan Dunia juga dilangsungkan gerakan pangan murah yang didukung oleh Bulog.

Ada beberapa komoditas yang disediakan mulai dari beras 1 ton dengan harga Rp 56 ribu per paket 5 kg.

Kemudian paket minyak goreng dan gula sebanyak 200 paket dengan harga Rp 32 ribu.

Titis menambahkan, gerakan pangan murah juga didukung peternak dan petani lokal yang menyediakan telur ayam 200 kg, daging ayam, serta sayuran. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved