Berita Semarang
Ciptakan Kenyamanan, Disdag Kota Semarang Bersih-Bersih Pasar Tradisional
Aksi bersih-bersih Disdag Kota Semarang merupakan upaya menciptakan pasar yang nyaman untuk kegiatan perekonomian.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang melakukan bersih-bersih pasar tradisional.
Aksi bersih-bersih ini merupakan upaya menciptakan pasar yang nyaman untuk kegiatan perekonomian.
Kegiatan ini melibatkan seluruh pegawai Disdag yang dibagi ke sejumlah pasar tradisional yang ada di ibu kota Jawa Tengah.
Baca juga: "Jempolmu Bisa Jadi Harimaumu" Bawaslu Kota Semarang Tangani 4 Dugaan Pelanggaran Kampanye
Baca juga: UIN Walisongo Semarang Peringkat 8 Top Ten PTKIN di Indonesia
Selain itu, dibantu juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang untuk pengangkutan sampah.
Para pegawai gotong royong membersihkan sampah yang dapat menghambat jalur drainase serta sampah yang menumpuk di titik tertentu.
Sekretaris Disdag Kota Semarang, Agus Rochim mengatakan, aksi bersih-bersih ini serentak di semya instansi pemerintahan, bergerak bersama pembersihan lingkungan masing-masing.
Disdag sebagai leading sector yang mengelola pasar, serentak melakukan bersih-bersih di pasar tradisional.
Menurutnya, kebersihan pasar dinilai sangat penting untuk menciptakan kenyamanan dalam aktivitas jual beli.
"Kalau bersih, dilihat mata enak, pembeli nggak akan sungkan masuk."
"Kalau sudah kumuh, biasanya pembeli melihat malas ke pasar," ujar Agus, saat bersih-bersih Pasar Klitikan Penggaron Semarang, Jumat (18/10/2024).
Dia mengatakan, Disdag memiliki program Jumat Bersih untuk mengontrol kebersihan pasar.
Setiap kepala pasar bertugas membina para pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban pasar.
Baca juga: Hasil Babak Pertama PSIS Semarang vs Persija Jakarta, Adi Satryo Kartu Merah, Tuan Rumah Tertinggal
Baca juga: Kota Semarang Punya Potensi Pengembangbiakan Sapi Wagyu
"Kami mengajak para pedgaang turut bersih-bersih."
"Pemakainya mereka, kami hanya membina bagaimana mereka merasa mempunyai pasar tersebut."
"Kalau tidak dibudayakan kapan pasar bersih," ujarnya.
Semarang
Disdag Kota Semarang
Bersih-bersih Pasar Semarang
Agus Rochim
Achmad Agung Utomo
Pasar Klitikan Penggaron Semarang
| Tampang Susanto, Jukir Liar yang Minta Parkir Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang Ternyata Eks Satpam |
|
|---|
| Agustina Akui Ada Kekeliruan Tata Ruang di Silayur Semarang |
|
|---|
| Kisah Supriyatun, Penjual Nasi Rames di Semarang Berangkat Haji dari Hasil Nabung Rp10 Ribu Sehari |
|
|---|
| Ini Tampang Jukir Liar Kota Lama Semarang, Nuthuk Tarif Parkir Rp40 Ribu |
|
|---|
| Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Dishub: Bukan Jukir Resmi |
|
|---|