Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Polda Jateng Turunkan Tim Asistensi Demi Ungkap Kasus 2 Perempuan Purworejo Diperkosa 13 Pria

Dalam penanganan kasus dugaan dua perempuan Purworejo diperkosa 13 pria, Polda Jateng turunkan tim asistensi.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
UYA KUYA TV
Tangkapan layar dua korban saat memberikan keterangan di hadapan Uya Kuya terkait kejadian pemerkosaan yang dialaminya dengan pendampingan kuasa hukum korban. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polda Jawa Tengah menurunkan tim asistensi untuk menangani kasus dugaan dua perempuan Purworejo diperkosa 13 pria.

Tim asistensi terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).

Menurut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, tim tersebut diturunkan ke Polres Purworejo untuk memeriksa keseriusan dan kompetensi penyidik dalam menangani kasus ini.

Baca juga: Tanggapan Polda Jateng Soal Kasus Kakak Adik Purworejo Diperkosa 13 Orang Malah Disuruh Damai

Baca juga: Pastikan Surat Suara Tepat Waktu, Sat Brimob Polda Jateng Kawal Distribusi Logistik Pemilukada 2024 

"Kami juga cek apakah ada pelanggaran-pelanggaran, karena jangan sampai anggota salah menangani kasus ini," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (22/10/2024).

Kombes Pol Artanto mengungkapkan, pihaknya sudah serius dalam menangani aduan tersebut.

"Penyidik di Polres Purworejo juga sudah memeriksa sejumlah saksi yang sudah ada," katanya.

Diberitakan sebelumbya, Polda Jateng menanggapi kasus dua perempuan kakak-adik yang masih di bawah umur diduga diperkosa oleh 13 orang di Kecamatan Banyuurip, kabupaten Purworejo.

Kasus ini ditanggapi Polda Jateng selepas dua korban dengan didampingi kuasa hukumnya mengadu ke Lembaga Bantuan Uya (LBU) atau sebuah platform aduan yang dikelola Surya Utama alias Uya Kuya, artis sekaligus anggota DPR RI.

Pengaduan tersebut diunggah ke dalam akun resmi YouTube Uya Kuya TV dan Instagram @hotmanparisofficial.

Dalam video tersebut terungkap, salah satu korban diperkosa sampai 10 kali oleh para pelaku yang tak lain adalah tetangga korban.

Selain itu, korban juga diancam jika mengungkap kejadian pemerkosaan itu maka video korban telanjang yang direkam secara paksa oleh para pelaku akan disebarkan.

Tak hanya itu, satu korban sudah melahirkan hingga dipaksa menikah secara siri dengan pelaku.

Diduga perangkat desa dan kepala dusun setempat juga tidak menyarankan para korban melapor ke polisi.

Mirisnya, ayah dari kedua korban telah meninggal dunia dan ibu mereka mengalami gangguan mental.

Baca juga: Ini Alasan Polda Jateng Hanya Terima Laporan Pemerasan yang Dialami Oleh Mendiang Dokter Aulia

Baca juga: Tunda Penetapan Tersangka Kasus Dokter Aulia Risma, Polda Jateng Kedepankan Praduga Tak Bersalah

Terkait adanya kasus tersebut, Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio mengatakan, kasus ini sudah ditangani oleh Polres Purworejo.

“Mengenai video tersebut, ada 2 kasus yang sudah naik laporan polisi,” ungkap Kombes Pol Dwi Subagio.

Kombes Pol Dwi melanjutkan, penyidik di Polres Purworejo telah memeriksa sebanyak delapan saksi untuk dimintai keterangan.

Sejauh ini, belum ada penetapan tersangka.

"Penyidik Polres Purworejo sedang bekerja, melihat alat buktinya, kalau sudah cukup alat bukti, penetapan tersangka,” ungkapnya.

Dari video tersebut juga terungkap, kejadian pemerkosaan ini sudah dilakukan pada 2023.

Kasus ini sempat dilaporkan ke Polres Purworejo pada Juni 2024.

Laporan ini inisiatif keluarga bibi korban dan seorang tetangganya yang peduli terhadap korban.

Kemudian laporan dicabut karena dianggap korban sudah menikah siri dengan tersangka.

Selepas itu, bibi korban bertemu dengan pendamping hukum saat ini pada September 2024.

Kemudian, kuasa hukum korban ingin kembali membuka kasus ini. (*)

Baca juga: Kontingen SMP Kota Semarang Borong Juara dalam Festival Tunas Bahasa Ibu

Baca juga: Calon Bupati Pati Wahyu Indriyanto Sebut Santri Garda Terdepan Jaga Adab Ketimuran

Baca juga: Pabrik Alat Kesehatan Buatan Jerman Kini Ada di Kendal, Proyeksi Serap 500 Tenaga Kerja Lokal

Baca juga: 10.000 Santri di Wonosobo Peringati HSN 2024 dengan Upacara Bendera di Alun-alun

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved