Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

CEO PSIS Laporkan Ketua Suporter

BREAKING NEWS, Suporter PSIS Geruduk Polrestabes Semarang, Buntut Wareng Dilaporkan ke Polisi

Suporter PSIS Semarang menggeruduk Mako Polrestabes Semarang, Kamis (31/10/2024) untuk mendukung Wareng yang dilaporkan terkait ujaran kebencian.

|
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Para suporter PSIS Semarang yang memberikan dukungan terhadap Wareng di tengah pemanggilannya di Mapolrestabes Semarang, Kamis (31/10/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan orang yang mengatasnamakan suporter PSIS Semarang menggeruduk Mako Polrestabes Semarang, Kamis (31/10/2024).

Mereka datang sebagai bentuk dukungan kepada ketua suporter Panser Biru, Kepareng alias Wareng yang dipanggil penyidik kepolisian terkait laporan ujaran kebencian.

Pelapor dari kasus ini tak lain adalah CEO PSIS Semarang, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau Yoyok Sukawi

Yoyok Sukawi saat ini tengah berkompetisi di Pilwalkot Semarang 2024 sebagai calon Wali Kota Semarang.

Baca juga: I Komang Putra Optimis Pengganti Adi Satryo Tampil Baik Saat PSIS Hadapi Persebaya

Baca juga: Laga PSIS VS Persebaya Dipastikan Berlangsung di Bali

“Kami datang ke sini untuk mendukung Pak Wareng yang dipanggil polisi karena dia vokal atas nama suporter PSIS Semarang,” ujar seorang suporter PSIS Semarang, Robi (25).

Sepengetahuan Robi, ketua suporter Wareng dipanggil polisi selepas vokal di media sosial mengkritik CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.

Pemanggilan itu, bagi dia, sangat tidak berkelas.

“Sekelas CEO dikritik suporter malah berujung dilaporkan ke polisi, tentu tidak berkelas,” terangnya.

Pihaknya miris dan sakit hati atas bentuk pembungkaman suara suporter.

Kendati demikian, pemanggilan oleh polisi tak membuat suporter PSIS Semarang gentar. 

“Kami malah semakin berani,” tutur Robi kepada Tribunjateng.com, Kamis (31/10/2024).

Tak hanya menggeruduk Mapolrestabes Semarang, suporter juga membentangkan beberapa spanduk di seberang Mako.  

Spanduk yang dibentangkan di antaranya bertuliskan “Kami PSIS, bukan PSYS”.

Suporter dari Panser Biru, MJ Kun (24) menyebut, unsur suporter wajar mengkritik Yoyok Sukawi karena performa PSIS Semarang saat ini masih underperform di Liga 1 2024-2025.

Kondisi ini kontras dengan kompetisi tahun sebelumnya, yang mana PSIS Semarang mampu bercokol di 10 besar klasemen. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved