Berita Semarang
Keseruan Mukbang Nasi Goreng, Kampanyekan Pemanfaatan Cabai Kering dan Bawang Merah Pasta
Acara "Mukbang Nasi Goreng" mewarnai kegiatan Aksi Peduli Inflasi yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Gedung Gradhika Bhakti Praja.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Acara "Mukbang Nasi Goreng" mewarnai kegiatan Aksi Peduli Inflasi yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di halaman Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Minggu (17/11/2024).
Sejumlah peserta yang meliputi pedagang dan petani, meramaikan kegiatan ini dengan melakukan live cooking nasi goreng untuk dibagikan langsung kepada pengunjung.
Ridho Sudarno, satu di antara "chef" dalam acara ini tampak antusias memasak sembari melakukan siaran langsung melalui sosial medianya.
Baca juga: Mampu Kendalikan Inflasi Daerah, Pemkab Kendal Diganjar Penghargaan Economics Effort
Ia yang memasak hingga 100 porsi nasi goreng selama acara, turut mengampanyekan pemanfaatan cabai kering dan bawang merah pasta ke dalam masakan yang dibuatnya.
"Saya masak ini memanfaatkan cabai kering dan pasta bawang. Menambahkan cabai kering ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu direbus dulu atau bisa diblender. Bawang pasta juga sama, tinggal rebus, dikukus, atau diblender," kata Ridho ditemui Tribun Jateng sembari memasak dan menyapa para penonton di sosial medianya.
Ridho menjelaskan, dirinya yang memiliki kedai kuliner di Kopeng, Kabupaten Semarang tersebut telah memanfaatkan cabai kering sejak tahun 2022.
Keputusan untuk beralih ke cabai kering ini bukan tanpa alasan. Menurut Ridho, fluktuasi harga cabai basah yang seringkali tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha kuliner.
"Penjual makanan sangat terbantu (dengan pemanfaatan cabai kering dan bawang merah pasta) karena jadi tidak tiap hari membeli cabai ataupun bawang yang mengalami naik turun harga," ungkapnya.
Sementara itu, lanjutnya, sisi kepraktisan juga menjadi alasan dirinya beralih menggunakan cabai kering pada masakan di kedainya.
Dia mengatakan, dalam sehari ia bisa menjual sekitar 100 porsi masakan nasi goreng dan bakmi godog.
Adapun dari total itu, ia menghabiskan sebanyak 5 pack cabai kering dengan masing-masing pack seberat 1 ons.
"Bagi saya, menggunakan cabai kering lebih praktis dan bisa disimpan lama hingga satu tahun.
Kalau beli cabai basah kemudian dikeringkan sendiri, proses pengeringannya 3 hari di bawah terik matahari," imbuhnya.
Mukbang nasi goreng ini mendapat respon positif dari penonton dan pengunjung yang datang. Tak jarang, Ridho berinteraksi menjawab setiap pertanyaan para penonton di sosial medianya.
Dia juga menjelaskan tentang pemanfaatan cabai kering dan bawang pasta kepada setiap pengunjung yang menghampirinya.
| Tanjakan Silayur Dijaga Ketat, 50 Truk Dipaksa Putar Balik Setiap Hari di Semarang |
|
|---|
| Sedekah Laut Tambaklorok, Wali Kota Semarang: Bakti Kita Kepada Laut |
|
|---|
| Aksi "Mission Impossible" ODGJ Semarang: Bobol Teralis Demi Kabur dari Rumah Singgah Among Jiwo |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Minggu 10 Mei 2026, Sebagian Wilayah Cerah |
|
|---|
| PMII Walisongo Desak Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat dan Diproses Hukum |
|
|---|