Berita Demak
1.200 Anak di Demak Terinfeksi Penyakit Gondongan, Mayoritas Siswa SD
Sebanyak 1.200 anak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah terinfeksi penyakit gondongan.
TRIBUNJATENG.COM- Sebanyak 1.200 anak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah terinfeksi penyakit gondongan.
Warga khususnya anak-anak diimbau waspada karena penyakit yang disebabkan virus ini mudah menular salah satunya melalui percikan ludah, seperti saat bersin.
Berdasar data Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, kasus penyakit gondongan atau epidemik parotis mengalami peningkatan signifikan dalam tiga bulan terakhir.
Sebagian besar korban adalah anak-anak sekolah dasar (SD) yang mengalami pembengkakan pada pipi belakang atau leher bawah telinga, disertai dengan demam.
Peningkatan jumlah anak yang terpapar gondongan diduga disebabkan oleh virus yang mudah menular melalui percikan ludah, seperti saat bersin.
Selain itu, daya tahan tubuh anak-anak yang masih berkembang dinilai membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi mumps.
Baca juga: AWAS Penyakit Gondongan Lagi Merebak di Kota Semarang
Baca juga: 43 Siswa Terjangkit Cacar Air dan Gondongan, SMPN 8 Tangerang Selatan Berlakukan Lockdown
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Ali Maimun menyampaikan bahwa data terakhir dari 27 puskesmas di Demak mencatat total 1.200 kasus gondongan, dengan lonjakan tajam terjadi pada bulan Agustus hingga September.
"Jumlahnya sampai saat ini ada 1.200-an yang sudah tercatat di 27 puskesmas. Gondongan sangat mudah sekali menular, penularan melalui percikan ludah," ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (20/11/2024).
Gejala gondongan, selain pembengkakan di bawah telinga, juga biasanya disertai dengan demam tinggi, pusing, dan kadang-kadang muntah.
"Gejalanya panas, bisa tinggi memang, diikuti pembesaran kelenjar parotis yang berada di bawah telinga. Ini membesar, nyeri tekan, kadang-kadang juga nyeri saat menelan, pusing, dan kadang-kadang mual," paparnya.
Meskipun demikian, Ali menegaskan bahwa gondongan bukanlah wabah dan termasuk dalam kategori penyakit ringan, karena hingga saat ini belum ada laporan kasus yang menyebabkan kematian.
"Ringan ya, karena tidak ada yang meninggal akibat kasus gondongan. Ini termasuk penyakit yang bisa sembuh secara alami, disebabkan oleh virus," ucapnya.
Ali menjelaskan bahwa setiap puskesmas telah mengambil langkah-langkah awal dengan melakukan screening di sejumlah sekolah. Jika ditemukan anak yang menderita gondongan, tenaga kesehatan akan memberikan masker dan obat-obatan.
"Kalau ada yang sakit gondongan, kita kasih obat. Obatnya untuk menurunkan panas dan mengurangi rasa sakit, tetapi tidak bisa membunuh virusnya," katanya.
Anak-anak yang terinfeksi gondongan juga diharuskan untuk beristirahat di rumah selama sepekan dan tidak berinteraksi dengan teman sebaya.
"Kita kasih masker, kemudian istirahat di rumah tidak sampai lima hari. Harus istirahat karena ini gampang menular, dan harus mau makan," tukasnya
Artikel ini diolah dari Kompas.com
| Putus Kontak Tatap Muka, Siasat Pengedar Sabu di Demak Pakai Modus "Alamat Digital" |
|
|---|
| Polres Demak Lakukan Penyelidikan Intensif Kasus Santri Diduga Keracunan Usai Santap MBG |
|
|---|
| Tak Ada Bantuan Alat Berat, Warga Demak Berjuang Sendiri Membersihkan Lumpur 50 Cm Usai Banjir |
|
|---|
| Aksi Saling Lempar Batu saat Orkes Ricuh di Demak Lukai Dua Warga, Polisi Buru Pelaku |
|
|---|
| Viral Polisi Gendong Bocah Korban Pelemparan Batu Kericuhan Orkes di Demak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-gondongan.jpg)