Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Brebes

Kala Rumah Anak SIGAP Atasi Stunting di Pesisir Brebes, Edukasi Orangtua Pola Asuh Positif

Rumah Anak SIGAP Kluwut merupakan program dari Tanoto Foundation yang diresmikan, pada 20 Juli 2022

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Solikha, fasilitator Rumah Anak SIGAP Kluwut saat menjelaskan manfaat bercerita atau mendongeng kepada anak, Selasa (19/11/2024).  

“Berlangsung tidak mudah. Awal dikatakan stunting itu tidak terima, sempat ribut, menurut masyarakat sini anak-anaknya sehat,” ingat Muniroh (52), Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa Kluwut.

Angka stunting di Desa Kluwut saat itu menjadi yang cukup tinggi di Kabupaten Brebes, tercatat mencapai 222 anak. Karena alasan itulah, Pemerintah Kabupaten Brebes menunjuk Desa Kluwut sebagai sasaran Rumah Anak SIGAP.
 
Butuh waktu satu tahun hingga akhirnya masyarakat menerima. Ketua RT ikut turun menyosialisasikan, kemudian fasilitator blusukan ke dusun-dusun.
 
Anak-anak yang dinyatakan stunting diajak untuk hadir bersama orangtuanya di Rumah Anak SIGAP. Secara perlahan mereka diberi pemahaman tentang pola asuh anak yang baik. Seperti makanan itu harus mengandung gizi, cuci tangan sebelum makan, tidak boleh buang air sembarangan, dan jangan membiasakan meminjamkan handphone kepada anak.
 
“Setelah tahu, ada hasilnya. Yang dulu buang sampah sembarangan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), berhenti. Yang dulu buang air besar (BAB) sembarangan, berhenti. Sehingga tingkat PHBS-nya meningkat, stuntingnya menurun,” katanya. 

Rumah Anak SIGAP program Tanoto Foundation
Rumah Anak SIGAP program Tanoto Foundation yang berlokasi di Desa Kluwut RT 03 RW 04, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Dari Gapura Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Kluwut, berjarak 300 meter ke arah utara.

Rumah Anak SIGAP Kluwut saat ini memiliki sebanyak 121 peserta didik, terdiri dari 47 orangtua, 47 anak, dan 27 ibu hamil. Sedangkan yang dinyatakan lulus sejak Juli 2022- Agustus 2024, tercatat sebanyak 146 anak didik.

Ada empat pengelompokan sasaran, yaitu kelas Bintang Kecil untuk usia 0-6 bulan, Bintang Ceria untuk usia 6-12 bulan, Bintang Pijar untuk usia 12-24 bulan, dan Bintang Terang untuk usia 24-36 bulan.

Edukasi yang ditekankan adalah pola asuh positif dengan model kelas tematik dan kelompok bermain bersama. Selain itu ada kegiatan rutin bulanan, seperti kelas ibu hamil, kunjungan rumah, dan kelas remaja usia pra nikah dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK).

“Awal mula saya berkecimpung, dulu di sini kumuh sebelum kenal pola asuh. Ibu-ibunya takut imunisasi, tetapi sekarang justru dicari. Anak-anaknya yang semula malu-malu, sekarang percaya diri. Sehingga terjadi perubahan perilaku masyarakat,” jelas Sri Yuliana, Koordinator Rumah Anak SIGAP Kluwut. 

Irwan Gunawan selaku SIGAP Program Manager at Tanoto Foundation, menjelaskan alasan pendirian Rumah Anak SIGAP di perkampungan nelayan Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Pada 2022, Tanoto Foundation menandatangani MoU dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk percepatan penurunan stunting. Ada empat kabupaten/kota yang diusulkan, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, dan Kota Semarang.

Di Kabupaten Brebes, mulanya ada beberapa opsi desa dengan angka stunting tinggi, seperti Desa Grinting, Desa Kluwut, dan Desa Negla. Terpilihlah Desa Kluwut, selain karena angka stunting yang tinggi, di sana merupakan kawasan pesisir.

“Pada perjalanannya ternyata cukup menantang, di mana masyarakatnya memiliki karakteristik sendiri. Ketika gak perlu ya, gak datang, ngapain. Komunal tapi individual,” kata Irwan melalui zoom meeting, Rabu (13/11/2024).

Pendekatan terhadap masyarakat pesisir di Desa Kluwut, terbilang sukses. Irwan menilai, keberhasilan itu karena Tanoto Foundation memiliki champions, yakni para fasilitator pilihan dari kader kesehatan.

Kini, para orangtua menjadi lebih pintar dalam mengasuh anak. Pola asuh positif yang diberikan berdampak terhadap penurunan stunting.

“Kami ada beberapa champions (red, fasilitator) di sana. Kader-kader itu yang akhirnya menjadi motor kita untuk menggerakkan masyarakat. Saat ini Rumah Anak SIGAP Kluwut sedang proses mandiri, harapannya bisa dilanjutkan oleh pemerintah desa,” jelasnya.
 
Tekan Stunting

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes mencatat, terjadi penurunan angka prevalensi stunting yang cukup signifikan di tahun 2022-2023.
 
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Kabupaten Brebes mengalami penurunan sebanyak 7,5 persen. Dari yang semula di angka angka 29,1 persen turun menjadi 21,6 persen.
 
Bahkan, daerah dengan julukan Kota Telur Asin ini diganjar penghargaan penanganan stunting terbaik se- Indonesia oleh Seameo Recfon dalam ECCNE Award 2023. Kemudian dari yang semula di urutan ke-35 atau paling bawah dalam penanganan stunting se- kabupaten/kota di Jawa Tengah, kini Brebes menempati posisi ke-14.

"Keberhasilan itu, pertama dilatarbelakangi oleh komitmen pemerintah diikuti sinergitas antar organisasi perangkat daerah. Kemudian keterlibatan semua unsur, seperti organisasi masyarakat, perusahaan, perguruan tinggi, dan lembaga lainnya," ujar Akhmad Ma’mun, Kepala DP3KB Brebes saat ditemui di kantornya, Selasa (3/12/2024). 

Kepala DP3KB Kabupaten Brebes, Akhmad Ma'mun saat ditemui di kantornya di Jalan Veteran No 10 Brebes, Selasa (3/12/2024).
Kepala DP3KB Kabupaten Brebes, Akhmad Ma'mun saat ditemui di kantornya di Jalan Veteran No 10 Brebes, Selasa (3/12/2024). (TribunJateng.com/Fajar Bahruddin Achmad)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved