Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Intensitas Hujan Tinggi, Pemkab Jepara Tetapkan Status Siaga Bencana

Pemerintah Kabupaten Jepara menetapkan status siaga darurat bencana hidrometereologi pada Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Catur waskito Edy
Dok Pemkab Jepara
Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta saat mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Pendapa RA. Kartini Jepara pada Senin (9/12/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pemerintah Kabupaten Jepara menetapkan status siaga darurat bencana hidrometereologi pada Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Pendapa RA. Kartini Jepara pada Senin (9/12/2024).

Rapat koordinasi dihadiri perwakilan Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, camat, dan relawan.

Status siaga darurat bencana tersebut dibacakan Pj Bupati Edy Supriyanta berdasarkan pada prakiraan cuaca yang dilakukan oleh BMKG dan hasil kaji cepat tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara.

"Berdasarkan prakiraan dari BMKG dan hasil kaji dari TRC BPBD mulai hari ini (Senin) Jepara berstatus siaga darurat bencana hidrometetereologi," kata Edy.

Dalam paparannya, orang nomor satu di Jepara ini mengungkapkan jika berdasarkan prakiraan musim hujan dari BMKG Semarang, curah hujan di Jepara pada Januari dan Februari 2025 sangat tinggi yakni lebih dari 500 mm. 

Meningkat dibandingkan Desember ini yang berkisar 300-500 mm atau kategori tinggi.

"Awal musim hujan pada November, puncaknya pada Februari dan berakhir pada pertengahan April 2025," jelas Edy Supriyanta.

Edy Supriyanta menjelaskan jika pada musim hujan bencana yang biasa terjadi diantaranya banjir, longsor, angin kencang, abrasi pantai, banjir rob hingga petir.

"Untuk banjir rawan terjadi di sebelas kecamatan, longsor di empat kecamatan. Sedangkan angin di enam kecamatan,  abrasi pantai di 3 kecamatan dan rob di dua kecamatan," ujarnya.

Edy menjelaskan bahwa hingga kini pemerintah telah melakukan upaya mitigasi bencana, diantaranya perbaikan infrastruktur seperti perbaikan tanggul-tanggul sungai. 

Termasuk juga melakukan penghijauan di daerah perbukitan, penanaman mangrove, sistem peringatan dini hingga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana dan menyiapkan seluruh stake holder yang terkait dengan kebencanaan. 

"Masyarakat juga perlu bersama-sama melakukan mitigasi. Yakni melakukan identifikasi dan antisipasi resiko bencana hidrometereologi. Melakukan pencegahan dan mitigasi dengan bergotong royong membersihkan lingkungan, membangun awarenes dan kesiapan posko darurat," tandasnya.

Dalam rakor ini sejumlah camat dan pimpinan perangkat daerah juga diminta laporan kondisi wilayahnya masing-masing. 

Diantaranya Camat Donorojo, Jepara, Welahan, Kepala DPUPR, Dinsospermasdes dan Kepala Dinas Kesehatan.

"Saya minta para camat mulai hari ini untuk stanby 24 jam dengan buat posko kedaruratan. Identifikasi berbagai potensi bencana dan kebutuhan yang dibutuhkan," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved