PSIS Semarang
Diduga Tertembak Peluru Karet saat Bentrok dengan Polisi, Suporter PSIS Semarang Harus Dioperasi
Satu suporter dilarikan ke rumah sakit akibat alami luka tembak diduga peluru karet. Satu korban lainnya terkena lemparan batu.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Syofri Kurniawan
Pertandingan tersebut diboikot suporter sehingga tribun penonton kosong.
Ketua Panser Biru, Kepareng alias Wareng mengatakan, dua korban suporter PSIS Semarang yang melakukan aksi akibat dari manajemen PSIS Semarang yang tak menemui suporter.
Menurutnya, akan berbeda cerita ketika para suporter ditemui oleh manajemen.
"YS (Yoyok Sukawi) tak mau menemui para suporter. Kalo mau menemui tidak ada itu (keributan)," katanya.
Wareng menjelaskan, dua suporter yang terluka masing-masing terkena tembakan peluru karet dan kena lemparan batu dari arah kepolisian.
"Korban tertembak peluru karet harus operasi. Masih di rawat di rumah sakit. Suporter yang kena batu sudah pulang dari rumah sakit," ungkapnya.
Sementara, Tribun telah mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar melalui layanan pesan singkat.
Namun, konfirmasi tersebut belum direspon.
Tribun juga telah mengkonfirmasi kepada CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi, konfirmasi tersebut belum direspon hingga berita diturunkan. (Iwn)
Baca juga: Posisi Klasemen PSIS Usai Takluk 1-3 kepada Malut United di Stadion Jatidiri, Masih Tanpa Suporter
tribunjateng.com
Tertembak
peluru karet
bentrok
Suporter
PSIS Semarang
PSIS
Semarang
bentrokan
demonstrasi
Hasil Uji Coba PSIS vs PSMS Berakhir Imbang 1-1, Pelatih Kahudi Wahyu Soroti Tempo Permainan |
![]() |
---|
Sosok Marko Ivanovic Bek Anyar PSIS Semarang, Tinggi Hampir 2 Meter |
![]() |
---|
Hasi Laga Internal Game PSIS Semarang, Doni Sormin Tampil Memukau |
![]() |
---|
Siap Tempur! PSIS Semarang Gelar Peluncuran Tim Akhir Agustus, Kenalkan Skuat dan Jersey Baru |
![]() |
---|
PSIS Semarang Pastikan Sanksi FIFA Akan Diselesaikan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.