Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Imlek 2025

Kelenteng Tien Kok Sie Solo Gelar Ritual Pao Oen Jelang Imlek

Umat konghucu di Kelenteng Tien Kok Sie Kota Surakarta mengikuti ritual Pao Oen dalam rangka menyambut perayaan Imlek, Minggu (19/1/2025).

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Umat konghucu mengikuti potong rambut saat ritual Pao Oen di Kelenteng Tien Kok Sie Kota Surakarta, Minggu (19/1/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Umat konghucu di Kelenteng Tien Kok Sie Kota Surakarta mengikuti ritual Pao Oen dalam rangka menyambut perayaan Imlek.

Ada sejumlah rangkaian dalam ritual tolak bala dan pembersihan diri menjelang Imlek tersebut.

Seperti ada doa bersama, melepaskan burung dan ikan serta potong rambut.

Baca juga: Kemeriahan Grebeg Sudiro Sambut Imlek 2025 di Pasar Gede Solo

Baca juga: Tradisi Ketuk Pintu di Klenteng Tay Kak Sie, Awali Perayaan Imlek Semarang

Ketua Yayasan Kelenteng Tien Kok Sie Surakarta, Sumantri Dana Waluya menyampaikan, pihak kelenteng kali ini melaksanakan ruwatan atau tolak bala dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek

Umat melepas makhluk hidup ke alam bebas dengan tujuan supaya mendapatkan karma baik.

Total 999 burung dan ikan yang dilepas ke alam bebas dalam kesempatan tersebut.

"Tujuan supaya mendapatkan karma baik dengan karma baik, itulah kami menyongsong tahun baru yang akan datang."

"Kami mengharapkan bahwa hal-hal negatif ternetralisir," katanya kepada wartawan di sela acara, Minggu (19/1/2025).

Dia menerangkan, ada makna tersendiri dari jumlah burung dan ikan yang dilepas pada kali ini.

Menurutnya, angka 999 itu merupakan angka tertinggi.

"Maknanya pengharapan tertinggi," ucapnya.

Selain melepaskan burung, lanjutnya, Sumantri, juga dilangsungkan siraman dan potong rambut.

Hal tersebut dilakukan dengan maksud membuang unsur-unsur negatif pada diri.

"Setelah itu (potong rambu), disiram dengan air dengan tujuan unsur negatif yang melekat luntur semua," ungkapnya.

Peserta, Titik menyebut rutin mengikuti tradisi tolak bala apabila kondisi tubuhnya sehat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved