Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Banjir Patebon Kendal Belum Surut, 617 Warga Pilih Mengungsi 

Banjir yang terjadi di Patebon Kabupaten Kendal hingga pukul 16:30 WIB belum sepenuhnya surut sehingga ratusan warga mengungsi.

|

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Banjir yang terjadi di Patebon Kabupaten Kendal hingga pukul 16:30 WIB belum sepenuhnya surut.

Banjir tersebut turut melanda 2 Kecamatan Patebon dan Pegandon pada Senin (20/1/2025) malam.

Pantauan di lokasi, ketinggian air di beberapa titik masih belum surut. Di Desa Kebonharjo, banjir masih cukup tinggi sampai lutut orang dewasa.

Baca juga: Bendungan Wilalung Dibuka, Warga Pati Diminta Waspadai Potensi Banjir

Terlihat puskesmas Patebon, balai desa hingga SMP 2 Patebon juga masih terendam cukup tinggi.

Terlihat pula beberapa warga masih bertahan di rumah mereka meskipun masih terendam banjir.

Ada juga warga yang masih bertahan lantai 2 di masjid setempat untuk mengungsi.

Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah mengatakan data sementara pengungsi sebanyak 617 warga dari berbagai desa terdampak.

Mereka mengungsi di 5 tempat yakni Masjid Bulugede, Masjid At Taqwa Kebonharjo, Masjid Donosari, aula kantor Dishub Kendal, SMA N 1 Pegandon dan MI NU Lanji.

"Data sementara masih 617, semoga pengungsi tidak bertambah," katanya ditemui di pengungsian Dishub Kendal, Selasa (21/1/2025) sore.

Dia menerangkan, dapur umum juga telah didirikan di sejumlah titik, seperti di PMI, LBPI, PCNU, kantor PKK dan BAZNAS.

"Sudah didirikan sejak tadi pagi yang dapur umum," ujarnya.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan pihaknya bakal secepat mungkin memperbaiki kedua tanggul yang jebol tersebut.

Baca juga: Banjir dan Longsor di Jateng, 943 Warga Mengungsi, 4 Orang Hilang

"Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk PUPR untuk segera menangani tanggul yang jebol itu," paparnya.

Di sisi lain, Dico juga menyulap rumah dinasnya untuk dijadikan sebagai tempat pengungsian bagi warga.

"Silakan bisa menempati rumah dinas untuk tempat pengungsian, kami sudah mendata warga yang mengungsi. Monggo sudah kami sediakan," tandasnya (ags) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved