Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Banyumas Krisis Vaksin PMK, Kekurangan Hingga 14.100 Dosis

Pemerintah Kabupaten Banyumas kekurangan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak 14.100 dosis.

Editor: raka f pujangga
Permata Putra Sejati
Petugas Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkannak) Kabupaten Banyumas saat melaksanakan vaksinasi pada hewan ternak sapi, untuk menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di kandang komunal Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Selasa (21/1/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Pemerintah Kabupaten Banyumas kekurangan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak 14.100 dosis.

Kebutuhan vaksin PMK di Banyumas sebanyak 16.000 dosis, sedangkan alokasi vaksin yang diberikan sebanyak 1.900 dosis pada tahap pertama yang dimulai pada Senin, 20 Januari 2025.

Baca juga: Mulai Hari Ini Hewan Ternak Sapi di Banyumas Jalani Vaksin PMK

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkannak) Banyumas, Sulistiono menjelaskan bahwa kebutuhan vaksin di daerah tersebut sebenarnya mencapai 16.000 dosis.

Namun, pada tahap pertama ini, hanya 1.900 dosis yang diterima.

"Kebutuhan vaksin di Banyumas sebenarnya mencapai 16.000 dosis, namun pada vaksinasi tahap satu ini kami terima 1.900 dosis," ungkap Sulistiono saat pemantauan vaksinasi di Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, 21 Januari 2025.

Dengan terbatasnya jumlah dosis vaksin, Dinkannak memprioritaskan vaksinasi pada hewan ternak di lokasi-lokasi tertentu, seperti kandang komunal, pasar hewan, dan jalur lalu lintas ternak.

"Karena dosisnya masih terbatas, maka kami lakukan dengan skala prioritas. Di antaranya lalu lintas ternak, pasar hewan, dan kandang kelompok atau kandang komunal. Sampai saat ini sudah terealisasi 300 dosis," kata Sulistiono

Berdasarkan data dari Dinkannak, terdapat 155 ekor sapi yang terpapar PMK.

"Semua sudah dilakukan penanganan, rata-rata sudah sembuh, ada yang mati satu, dan dua dipotong sebelum mati," ujar Sulistiono.

Dokter hewan Dinkannak, drh Nur Kholis, menambahkan bahwa PMK masih menjadi masalah serius bagi peternak sapi di berbagai daerah. 

Meski PMK dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat, kondisi infeksi sekunder yang parah dapat menyulitkan proses penyembuhan.

Baca juga: PMK Kian Merebak di Jepara, 6 Kecamatan Masuk kategori Zona Merah

"Akan tetapi ketika sapi yang terkena PMK sudah masuk infeksi sekunder dengan kondisi sampai ambruk, kemudian sampai kukunya lepas, biasanya memang agak sulit tertolong," jelas Nur Kholis. 

Lebih lanjut, Nur Kholis menekankan pentingnya peran peternak dalam merawat hewan ternak yang terinfeksi PMK.

"Jadi, jangan hanya mengandalkan petugas untuk pengobatan, tapi peternak tetap harus telaten merawat untuk pencegahan dan mengobati sapinya apabila sakit," tutup Nur Kholis. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyumas Butuh 16.000 Dosis Vaksin PMK, Baru Ada 1.900 Dosis"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved