Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Dispertanpangan Kudus Vaksinasi PMK ke Sentra Peternakan

Sampai pada pertangan Januari 2025 kasus PMK di Kabupaten Kudus tembus 67 kasus.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Rezanda Akbar
Dokter hewan Anton Cahyono (kanan) menyuntikkan vaksin PMK di sentra peternakan sapi perah di Desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus, Rabu (22/1/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sampai pada pertangan Januari 2025 kasus PMK di Kabupaten Kudus tembus 67 kasus. Untuk mencegah terjadinya kasus meluas, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kudus telah melakukan penyuntikan vaksin ke sejumlah hewan ternak.

Kepala Bidang Peternakan Dispertanpangan Kudus Arin Nikmah mengatakan, dari sebanyak 67 kasus PMK tersebut 4 hewan di antaranya mati, 6 di antaranya dipotong paksa dan 7 ekor hewan ternak sembuh.

“Untuk bulan Januari ini kami targetkan ada 300 vaksin PMK yang disuntikkan ke hewan ternak. Sedangkan pada Februari rencananya kami menyuntikkan vaksin 700 dosis vaksin yang disuntikkan,” kata Arin.

Penyuntikan vaksin ini menyasar ke sentra peternakan yang hewannya belum ada yang terserang PMK. Upaya ini dilakukan sebagai pencegahan agar hewan ternak yang ada di kandang tersebut terbebas dari PMK. Untuk vaksinasi ini pihaknya membagi petugas kesehatan hewan Dispertanpangan menjadi empat tim. Masing-masing tim memiliki tugas untuk menyasar ke sejumlah sentra peternakan sapi, kerbau, dan sapi perah wilayah di Kabupaten Kudus.

“Jadi empat tim tersebut bisa menyasar ke seluruh wilayah di Kabupaten Kudus,” kata Arin.

Alokasi vaksin PMK yang pihaknya terima sepenuhnya dari Kementerian Pertanian. Alokasi vaksin tersebut tidak sepenuhnya diberikan sesuai dengan jumlah populasi hewan ternak yang ada di Kudus. Melainkan menyesuaikan dengan kuantitas kasus positif PMK dengan harapan vaksin mampu mencegah penyebaran virus tersebut.

Sementara untuk kandang yang di dalamnya sudah terdapat hewan ternak positif PMK, maka cara yang pihaknya lakukan yakni dengan menyarankan agar tidak ada hewan ternak baru yang masuk atau hewan ternak dari kandang tersebut keluar. Yang tidak kalah penting yakni pihaknya mendorong agar kandang senantiasa terjaga kebersihannya dan memberikan asupan vitamin dan antibiotik kepada hewan ternak.

Arin menambahkan, untuk populasi hewan ternak di Kabupaten Kudus saat ini untuk sapi potong sekitar 3.200 ekor, kerbau sekitar 1.900 ekor, dan sapi perah sekitar 180 ekor. Meski jumlah hewan ternak yang positif PMK persentasenya terbilang kecil dibanding dengan jumlah total populasi, akan tetapi pihaknya tidak lantas berdiam diri. Upaya pencegahan terus pihaknya lakukan.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved