Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mudik Lebaran 2025

Pekerja Kantoran Terapkan WFA Jelang Lebaran 2025, THR Juga Diberikan Lebih Awal, Ini Alasan Menhub

Selain sistem WFA, pemberian THR lebih awal juga telah didiskusikan Menhub Dudy Purwagandhi dengan Menaker Yassierli dan Menag Nasaruddin Umar.

Editor: deni setiawan
freepik.com
ILUSTRASI aktivitas pekerjaan yang dilakukan di rumah. 

"Selain itu, tanggal mulai dan selesainya libur akan berpengaruh pada tingkat kepadatan selama masa angkutan Lebaran."

"Termasuk juga penentuan puncak arus mudik dan balik," tuturnya.

ILUSTRASI Kepadatan kendaraan saat arus mudik di Pelabuhan Merak, Minggu (7/4/2024).
ILUSTRASI Kepadatan kendaraan saat arus mudik di Pelabuhan Merak, Minggu (7/4/2024). (DOKUMENTASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN)

Usulkan WFA Jelang Lebaran 

Sebelumnya, Menhub bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar membahas wacana work from anywhere (WFA) menjelang libur Nyepi dan Idulfitri 2025.

Usulan ini bertujuan mengantisipasi lonjakan arus mudik.

"Kami mengusulkan WFA dimulai 24 hingga 27 Maret 2025."

"Harapannya, ini dapat mengurai kepadatan arus mudik agar tidak terfokus hanya pada tiga hari libur menjelang Idulfitri," kata Dudy Puwagandhi.

Dia menyatakan, WFA akan memanfaatkan pola kerja fleksibel yang sudah diterapkan oleh beberapa instansi.

Dudy Purwagandhi mencontohkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) yang sudah menerapkan WFA hingga 60 persen.

"Dengan teknologi yang lebih canggih saat ini, memungkinkan diterapkan di sektor birokrasi dan pendidikan, meskipun ada beberapa industri yang memang tidak bisa," ujarnya.

Baca juga: JHT Sudah Bisa Dicairkan, Karyawan Pabrik Tekstil di Karanganyar Minta Gaji dan Kekurangan THR

Baca juga: Dendam THR Lebaran Tak Cair, Zaini Semarang Bobol Bengkel dan Toko Suku Cadang Mobil Mantan Bos

Disiapkan Strategi Arus Mudik Lebaran 

Dalam pertemuan itu, Dudy Purwagandhi juga memaparkan strategi Kemenhub dalam menghadapi angkutan Lebaran 2025.

Strategi tersebut yakni implementasi buffer zone untuk mengurai kemacetan di akses menuju Pelabuhan Penyeberangan (Merak-Bakauheni) dan optimalisasi terminal yang masih kurang dimanfaatkan untuk digunakan maskapai bertarif rendah dalam mendukung penurunan harga tiket pesawat yang berkelanjutan.

Kemudian, pelaksanaan layanan direct train dengan tetap mempertimbangkan kesiapan lokomotif dan masinis, optimalisasi aset infrastruktur selagi berkoordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait dengan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan, serta penyelenggaraan program Mudik Gratis.

Serta perlunya digitalisasi tiket pada semua moda transportasi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved