Mudik Lebaran 2025
Pekerja Kantoran Terapkan WFA Jelang Lebaran 2025, THR Juga Diberikan Lebih Awal, Ini Alasan Menhub
Selain sistem WFA, pemberian THR lebih awal juga telah didiskusikan Menhub Dudy Purwagandhi dengan Menaker Yassierli dan Menag Nasaruddin Umar.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ingin meniru sistem kerja di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) yang saat ini sudah menerapkan WFA hingga 60 persen.
Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sistem pola kerja yang lebih fleksibel tersebut diusulkan bisa diterapkan jelang libur Lebaran 2025 yang berdekatan pula dengan Hari Raya Nyepi.
Usulan itu juga menjadi bagian dari persiapan sekaligus strategi pemerintah untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Baca juga: Berikan THR Lebih Awal dan Terapkan WFA: Usulan Menhub Guna Urai Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2025
Baca juga: Nasib Ribuan Pekerja di Karanganyar, Menuntut Keterlambatan Gaji dan Kekurangan THR Belum Jelas
Selain sistem WFA, pemberian THR lebih awal juga telah didiskusikan dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Pemerintah mewacanakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja agar diberikan lebih awal.
Tujuannya, agar masyarakat mempunyai waktu yang cukup untuk mengatur waktu dalam perjalanan mudik.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dalam pertemuannya dengan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli di kantor Kemnaker pada Jumat (24/1/2025).
Dia menyebut, pemberian THR lebih awal kepada pekerja juga bertujuan untuk mengurai kepadatan arus mudik.
"Pemberian THR lebih awal diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menentukan waktu dalam melakukan perjalanan mudik Lebaran," kata Dudy seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (28/1/2025).
Yang disampaikannya itu menjadi bagian dari pertemuan kedua Menteri yang membahas strategi lintas sektor guna memastikan kesiapan penyelenggaraan angkutan yang selamat, nyaman, dan efisien selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2025.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah waktu pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada para tenaga kerja.
Menhub berharap dapat mengoordinasikan ini dengan Kemnaker.
Dudy Purwagandhi menilai, adanya dua momen dua hari besar yakni Hari Raya Nyepi pada 29 Maret 2025 dan Hari Raya Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret–1 April 2025 memicu besarnya mobilitas masyarakat.
Menurutnya, batas waktu dimulainya dan selesainya libur akan memengaruhi tingkat kepadatan jalan serta tingginya pemanfaatan layanan di berbagai moda transportasi.
"Masa libur panjang akan berdampak signifikan pada lonjakan pergerakan masyarakat."
Jakarta
Libur Lebaran 2025
Lebaran 2025
Mudik Lebaran 2025
Kemenhub
Kemnaker
Kemenag
THR
work from anywhere
nasaruddin umar
Yassierli
Dudy Purwagandhi
Momen Mudik Lebaran, Perajin Wingko Babat Kebanjiran Orderan |
![]() |
---|
Data Pergerakan Arus Mudik pada Kurun Waktu 24 Maret - 2 April 2025 |
![]() |
---|
Kisah Sugiyatmoko Sopir Ambulans di Semarang Tunda Mudik Lebaran Layani Pasien: Rindu Masakan Ibu |
![]() |
---|
Puncak Libur Lebaran, Polresta Pati Gelar Apel Kesiapsiagaan di Pusat Perbelanjaan |
![]() |
---|
Selama 14 Hari Masa Angkutan Lebaran, 22.720 Penumpang Telah Tiba di Stasiun Cepu Blora |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.