Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

BRAK! Siswa Berhamburan Keluar Kelas, Plafon Ambrol di SMK Negeri 9 Semarang, 2 Terluka

Suasana belajar di SMK Negeri 9 Semarang berubah panik setelah plafon kelas di lantai dua ambrol, menimpa meja-meja siswa pada Kamis (30/1/2025).

Editor: deni setiawan
KOMPAS.COM/MUCHAMAD DAFI YUSUF
PLAFON AMBROL - Kondisi ruang kelas pasca plafon atap ruang kelas ambrol saat pembelajaran di SMK Negeri 9 Semarang, Kamis (30/1/2025) pagi. Akibat kejadian itu, dua siswa terluka dan pembelajaran terpaksa dilakukan jarak jauh untuk sementara waktu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua siswa harus menjalani perawatan seusai tertimpa plafon yang ambrol di salah satu ruang kelas di SMK Negeri 9 Semarang.

Ambrolnya plafon atap ruang kelas di lantai dua tersebut terjadi saat pembelajaran sedang berlangsung pada Kamis (30/1/2025) pagi.

Demi keamanan, pihak sekolah pun untuk sementara waktu menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Baca juga: 10 Kali Longsor dan 7 Banjir Terjadi di Kabupaten Semarang Selama Januari 2025

Baca juga: Nasib Prabowo Takut Tinggal di Rumah Karena Talud Bantaran Kaligarang Semarang Ambrol

Suasana belajar di SMK Negeri 9 Semarang berubah panik setelah plafon kelas di lantai dua ambrol, menimpa meja-meja siswa pada Kamis (30/1/2025) sekira pukul 08.05.

36 siswa yang tengah mengikuti pelajaran langsung berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Sementara dua di antaranya mengalami cedera akibat material yang jatuh.

Kepala SMK Negeri 9 Semarang, Arif Ediyanto menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

"Karena mungkin cuaca ekstrem pada pukul 08.05."

"Ambrol ketika ada kegiatan belajar mengajar," kata Arif Ediyanto, Kamis (30/1/2025).

Arif menambahkan bahwa sebagian besar siswa berada dalam kondisi baik, meskipun dua siswa sempat terkena material yang jatuh.

"Anak yang sedikit terkena material kami tangani."

"Kami kondisikan di UKS bersama pendamping."

"Kemudian sebagai antisipasi lanjutan, dua anak itu kami rontgen ke RS Roemani Semarang," tuturnya.

Akibat insiden tersebut, pihak sekolah segera menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi keamanan siswa. 

Beberapa siswa juga telah meminta izin untuk tidak masuk sekolah karena kondisi hujan dan lokasi rumah yang terdampak banjir di Kota Semarang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved