Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banjir Batang

Kisah Pilu Tusripan Korban Banjir Bandang di Batang: Peluk Erat Anak Saat Hanyut Terombang-ambing

Cerita haru Tusripah saat banjir bandang menghanyutkan tiga rumah di Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang pada Senin (20/1/2025) malam.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/ DINA INDRIANI
KORBAN BANJIR BATANG - Tusripah warga desa Surjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang yang menjadi korban terseret arus banjir bandang pada Senin (20/1/2025). Dia dan anaknya saat ini masih menjalani perawatan dari tim medis. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Banjir bandang telah menghanyutkan tiga rumah di Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang pada Senin (20/1/2025) malam.

Bencana itu pun menyisakan cerita haru dari para korban.

Semisal ibu dan anak ini, yang berhasil selamat setelah sempat hanyut terseret arus sejauh sekira 1 kilometer.

Adalah Tusripan dan Robyong Nurhalimah.

Baca juga: 13 Sekolah di Kecamatan Batang Kebanjiran, Ratusan Siswa Sementara Belajar dari Rumah

Baca juga: INFOGRAFIS Banjir Batang 2025, Belasan Sekolah Diliburkan

Saat ini keduanya masih dalam perawatan dan mengungsi di rumah saudaranya.

Tusripan pun menceritakan detik-detik mencekam saat dia dan anaknya terseret arus.

"Hujan deras sekali dari sore hari itu."

"Kejadiannya saat saya seusai salat maghrib, saya mendengar suara angin kencang sekali, suara sungai deras."

"Ada juga suara benturan kayu keras."

"Karena cemas, saya berdiri membuka pintu dan mau keluar rumah."

"Tetapi melihat air sudah mau masuk, saya pun teringat anak saya masih di dalam."

"Tadinya mau ajak keluar, tapi air langsung masuk rumah cepat sekali," tuturnya.

Dia pun pasrah melihat air bah yang menerjang rumahnya.

Dia hanya bisa memeluk sang anak sambil terus berdzikir.

"Saya sudah tidak bisa apa-apa karena air datang begitu cepat."

"Saya hanya bisa memeluk anak saya, kami pasrah sambil berdzikir," ujarnya.

Sambil berpelukan, tubuh Tusripah dan sang anak sempat terbalik-balik terbawa arus.

"Sempat tubuh terbentur-bentur, saya peluk anak saya secara erat."

"Beruntung kami tersangkut di pohon pinggir sungai."

"Meski sudah lemas, saya mencoba sekuat tenaga untuk berteriak meminta tolong."

"Alhamdulillah ada warga yang mendengar dan menemukan kami," tuturnya, Kamis (30/1/2025).

Akibat kejadian itu, Tusripan mengalami luka di bagian dada, lengan tangan, paha, dan kaki.

Sementara sang anak, Robyong Nurkhalimah mengalami luka di kaki dengan 21 jahitan.

Sempat menjalani perawatan di RSUD Limpung dan diperbolehkan pulang, namun karena ada infeksi pada luka jahitan, keduanya harus dirujuk ke RSUD Kalisari. (*)

Baca juga: Kanwil Kemenkum Jateng Ikuti Webinar Sosialisasi KUHP Baru

Baca juga: Dampak Banjir Grobogan, Pengalihan Rute 28 Kereta Api dan Pembatalan 8 Perjalanan hingga 5 Februari

Baca juga: Kecelakaan Bus Mustika Terperosok ke Parit di Banyumanik Semarang, Lalu Lintas Tersendat

Baca juga: Enam Kereta Api Terganggu Perjalanannya Akibat Luapan Air di Jalur Kereta Api Batang

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved