Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rusunawa Kyai Mojo dan Ujungbatu Jepara Memprihatinkan, Butuh Rehabilitasi

Kondisi Rusunawa Kyai Mojo dan Ujungbatu di Jepara semakin memprihatinkan. DPRD dan Disperkim Jepara mendorong alokasi anggaran rehabilitasi.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM/ TITO ISNA UTAMA
RUSUNAWA MEMPERIHATINKAN - Kondisi Rusunawa Kyai Mojo di Kabupaten Jepara yang cukup memprihatinkan, belum lama ini. Sejak awal dibangun belum ada perbaikan menyeluruh. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kyai Mojo dan Ujungbatu di Kabupaten Jepara semakin memprihatinkan.

Pantauan Tribunjateng di Rusunawa Kyai Mojo menunjukkan bahwa bagian luar bangunan sudah banyak mengalami kerusakan.

Cat dinding mengelupas, dan beberapa bagian dinding terlihat retak.

Melihat kondisi ini, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Jepara meminta alokasi anggaran untuk pemeliharaan kedua rusunawa tersebut.

"Kalau bisa ada anggaran lagi untuk pemeliharaan, tidak sampai rehabilitasi besar karena berat. Saya kira pemeliharaan sudah cukup agar warga di sini merasa nyaman," kata Kadisperkim Jepara, Hartaya, Kamis (13/2/2025).

Hartaya menjelaskan bahwa sejak pertama kali dibangun, hanya Rusunawa Kyai Mojo yang pernah mendapatkan pemeliharaan.

Itupun dilakukan pada tahun 2019 dan hanya mencakup Blok A.

Sementara itu, kedua rusunawa memiliki total lima blok, yaitu Blok A, B, dan C di Rusunawa Kyai Mojo, serta Blok D dan E di Rusunawa Ujungbatu.

"Tahu sendiri, Rusunawa ini dibangun sejak lama. Kyai Mojo tahun 2010, Ujungbatu tahun 2016. Terakhir diperbaiki tahun 2019, tapi hanya Blok A," ungkapnya.

Hartaya menambahkan bahwa perbaikan sebelumnya tidak menyeluruh karena keterbatasan anggaran.

"Cuma pemeliharaan sedikit saja yang bersifat darurat. Untuk pemeliharaan secara keseluruhan, kami butuh anggaran lebih besar," ujarnya.

Menurutnya, keluhan utama penghuni Rusunawa adalah kebocoran atap dan dinding yang mengelupas akibat lokasi yang dekat pantai.

"Kerusakan banyak terjadi, terutama kebocoran. Situasi dekat pantai membuat dinding mudah mengelupas, jadi perlu diperbaiki," katanya.

Hartaya menilai bahwa jika kondisi rusunawa diperbaiki, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dapat meningkat.

"Kami butuh anggaran. Kalau rusunawa ini lebih baik, bisa menjadi sumber PAD untuk APBD. Kami juga malu kalau dibandingkan dengan kabupaten lain yang fasilitasnya lebih baik," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved