Berita Tegal
Motif Batik Ciprat Sedang Tren di Tegal, Banyak Pesanan Datang dari Guru
Batik khas Tegal atau sering disebut dengan nama 'Batik Tegalan' memiliki motif baru yang sedang tren atau populer.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Batik khas Tegal atau sering disebut dengan nama 'Batik Tegalan' memiliki motif baru yang sedang tren atau populer.
Produk tersebut namanya 'Batik Ciprat Tegal.'
Batik yang dibuat dengan teknik menciprat-cipratkan malam ini sedang populer di Tegal.
Baca juga: Bank Indonesia Tegal Gelar Capacity Building Bagi Pengrajin Agar Batik Tegalan Mendunia
Bahkan di Kabupaten Tegal, batik ciprat digunakan sebagai seragam pegawai, baik guru maupun kantor pemerintahan.
Batik ciprat ini di antaranya diproduksi oleh Muslikha (45), pemilik Galery Batik Rizki Ayu di Jalan Tuban 1 RT 03 RW 02, Kelurahan Kalinyamatwetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.
Muslikha mengatakan, batik ciprat saat ini memang sedang ramai, khususnya di kalangan anak muda dan pegawai pemerintahan.
Ia sendiri saat ini sedang menggarap pesanan batik ciprat sebanyak 80 potong untuk seragam guru di SMAN 3 Tegal.
Menurutnya, batik ciprat banyak digemari karena warnanya yang elegan.
"Batik ciprat warnanya kekinian, ada juga yang tampak elegan. Perpaduan warnanya bisa pesan sesuai keinginan," katanya kepada tribunjateng.com, Minggu (16/2/2025).
Muslikha mengatakan, ia dalam sehari bisa memproduksi satu sampai dua batik ciprat.
Teknik pembuatannya sendiri dimulai dari mewarnai dasar kain batik, sesuai permintaan bisa hitam, merah atau kuning.
Setelah itu dilanjutkan proses menciprat menggunakan lilin atau malam.
Jika warnanya lebih dari satu, maka bagian yang sudah diciprati satu warna ditutup plastik, barulah dilanjutkan warna lain.
"Di sini juga terima pesanan jumlah banyak, untuk seragam sekolah guru atau pegawai. Contoh SMAN 3 Tegal, ini sedang pesan 80 potong batik ciprat," jelasnya.
Muslikha mengatakan, harga batik ciprat mulai dari Rp 150 ribu- Rp 200 ribu, batik tulis Rp 200 ribu- Rp 1 juta, dan batik cap Rp 150 ribu- Rp 250 ribu.
Baca juga: Dongkrak Batik Tegalan Mendunia, Bank Indonesia Tegal Gelar Capacity Building Bagi Perajin Batik
| Pemkab Tegal Serahkan Tujuh Mobil Ambulans, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Warga |
|
|---|
| 293 PNS Dilantik, Bupati Tegal Ischak Tekankan ASN Adaptif dan Berorientasi Pelayanan |
|
|---|
| Di Hadapan Mensos, Bupati Ischak Sampaikan Harapan Sekolah Rakyat Segera Hadir di Kabupaten Tegal |
|
|---|
| Mensos Hadir di Kabupaten Tegal Kolaborasi Hadirkan DTSEN Lebih Akurat Sesuai Kondisi Lapangan |
|
|---|
| Transaksi Judi Online di Jateng Tembus Rp 5 Triliun, Eks Karesidenan Pekalongan Masuk Zona Merah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Muslikha-menunjukkan-batik-ciprat-di-Galery-Batik-Rizki-Ayu-Kota-Tegal.jpg)