Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Anak Bunuh Ibu Kandung di Semarang

"Jika Perlu Dihukum Mati!" Harapan Ayah Terhadap Anak Yang Bunuh Ibu Kandung di Semarang

Harapan Moeh Ghozali terhadap anaknya Imam Ghozali (36) yang telah membunuh ibu kandung Salamah (61) dihukum seberat-beratnya bila perlu hukuman mati.

Tayang:
Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Rahdyan Trijoko Pamungkas/Istimewa Facebook
HARAPAN AYAH - Harapan Moeh Ghozali (foto kanan) terhadap anaknya Imam Ghozali (36) (foto kiri) yang telah membunuh ibu kandung Salamah (61) dihukum seberat-beratnya. Bahkan Moeh Ghozali ikhlas anaknya mendapatkan hukuman mati atas perbuatannya membunuh ibu kandung di rumah jalan Gunungsari RT 010 RW 009 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Semarang, Selasa (18/2/2025) malam. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Harapan Moeh Ghozali terhadap anaknya Imam Ghozali (36) yang telah membunuh ibu kandung Salamah (61) dihukum seberat-beratnya.

Bahkan Moeh Ghozali ikhlas anaknya mendapatkan hukuman mati atas perbuatannya.

Hal itu diungkapkan Moeh Ghozali meratapi nasib istrinya Salamah yang telah dibunuh anaknya di rumah jalan Gunungsari RT 010 RW 009 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Semarang, Selasa (18/2/2025) malam.

Baca juga: Tabiat Buruk Imam Ghozali Sebelum Bunuh Ibu Kandung di Semarang, Suka Mabuk dan Minum Pil Koplo

Moeh sebagai orang tua meminta anaknya yang membunuh istrinya dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Dia ikhlas ketika anaknya mendapatkan hukuman mati.

"Saya tidak masalah jika dihukum seberat-beratnya. Jika perlu dihukum mati," tegasnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (19/2/2025).

Moeh menceritakan awalnya tidak mengetahui jika anaknya membunuh ibunya. 

Pasalnya saat kejadian dirinya sedang bekerja.

"Saya baru tahu pukul 07.30. Saya diberitahu teman saya  datang ke tempat kerjaan. Bahwa saya harus pulang karena istri di bunuh," ujarnya.

Dia hanya mengetahui istrinya telah dibawa ke masjid kondisi dan akan disalatkan.

Bahkan dia tidak tahu apa alasan anaknya membunuh ibunya.

"Saya tidak tahu dimana lukanya apa penyebabnya," ujarnya.

Moeh menuturkan anaknya yang membunuh istrinya merupakan anak pertama dari lima anaknya.

Dikatakannya pelaku yang sudah berusia 36 tahun masih menjadi pengangguran. 

Kerjaannya hanya mabuk-mabukan dan mengonsumsi pil koplo.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved