Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penemuan Terbaru yang Kagetkan Ilmuwan, Protein Ini Bisa Memperlambat Penuaan

Berbagai cara dilakukan dalam upaya tetap awet muda seiring usia yang terus bertambah.

Editor: muslimah
YOUTUBE
PENUAAN: Ilustrasi Penuaan. Ilmuwan Temukan Protein yang Bisa Memperlambat Penuaan. 

TRIBUNJATENG.COM - Siapa yang tak mau menjadi tetap awet muda?

Berbagai cara dilakukan dalam upaya tetap awet muda seiring usia yang terus bertambah.

Mulai dari menyantap makanan tertentu, konsumsi obat hingga melakukan operasi.

Baca juga: Ini 7 Manfaat Jahe untuk Wanita, Bisa Cegah Penuaan Dini dan Atasi Kantong Mata

Namun, di balik itu semua, ilmu pengetahuan juga berusaha mengungkap misteri penuaan di tingkat seluler. 

Baru-baru ini, tim peneliti dari Universitas Osaka, Jepang, menemukan sebuah protein yang berpotensi membalikkan proses penuaan sel.

Temuan ini bisa membawa kita lebih dekat pada solusi ilmiah untuk memperlambat penuaan secara nyata.

Apa Itu Penuaan Seluler? 

Seiring bertambahnya usia, sel-sel dalam tubuh kita mengalami perubahan dan menjadi kurang aktif.

Sel-sel yang sudah menua ini disebut sebagai sel senesen.

Ciri khas sel senesen adalah ukurannya yang lebih besar dan adanya serat stres yang lebih tebal dibandingkan sel muda.

"Kami masih belum sepenuhnya memahami bagaimana sel senesen dapat mempertahankan ukurannya yang besar," ujar Pirawan Chantachotikul, penulis utama penelitian ini.

Salah satu petunjuk menarik adalah bahwa serat stres pada sel senesen lebih tebal dibandingkan sel muda, yang menunjukkan bahwa ada protein tertentu yang berperan dalam mempertahankan ukurannya.

Protein AP2A1 dan Peremajaan Sel

Dalam penelitian mereka, para ilmuwan menemukan bahwa protein AP2A1 (Adaptor Protein Complex 2, Alpha 1 Subunit) memiliki peran penting dalam penuaan seluler.

Protein ini ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi pada sel senesen, terutama dalam serat stres yang menopang struktur sel.

Ketika para peneliti mencoba untuk menekan produksi AP2A1 dalam sel yang menua, hasilnya sangat mengejutkan.

"Hasilnya sangat menarik," kata Shinji Deguchi, penulis senior studi ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved