Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Pemkab Jepara Maksimalkan Program Speling Supaya Warga Bisa Periksa Kesehatan Gratis di Balai Desa

Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen akan memaksimalkan program Speling untuk mendukung Pemprov Jawa Tengah.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: raka f pujangga
Dok Pemkab Jepara
BUPATI JEPARA - Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat menemani Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Jepara, Selasa (4/3/2025). 

Sebab, program Speling ini didukung oleh dokter spesialis dari 7 rumah sakit milik provinsi,  Dinas Kesehatan, rumah sakit swasta. 

Untuk tahap pertama, ada 70 desa di 35 kabupaten/kota yang menjadi sasaran. 

Saat ini sudah ada 10 mobil Layanan Speling yang akan terus bekerja melayani masyarakat. 

Jumlah mobil Speling akan terus dilakukan penambahan. 

Dari sejumlah layanan kesehatan yang diberikan, Luthfi memprioritaskan pemeriksaan TBC. 

Hal ini linier dengan program Presiden Prabowo Subianto yang ingin menekan penyakit menular tersebut di seluruh Indonesia.

"Paling pokok adalah TBC, selaras dengan program Bapak Presiden Prabowo. TBC bisa diturunkan," tandasnya.

Selain pemeriksaan TBC, Luthfi juga menekankan pemeriksaan kanker serviks dan ibu hamil. 

Pemeriksaan ibu hamil minimal dilakukan 6 kali dalam 9 bulan mengandung. 

Pemeriksaan itu ditambah dengan cek janin melalui USG pada trimester pertama atau usia kehamilan 3 bulan pertama dan trimester ketiga atau usia kehamilan 3 bulan terakhir. 

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar mengatakan, untuk menangani TBC di Jateng maka langkah pertama adalah menemukan penderita terlebih dahulu.  

Menurutnya, Treatment Success Rate (TSR) atau peluang sembuh penderita TBC besar setelah perawatan rutin, yakni 9 orang dari 10 orang. 

"Tapi kan harus ditemukan dulu kasus TBC ini. Kemudian keluarga atau orang yang di sekelilingnya juga dicek. Dari 1 orang yang sakit, tressingnya minimal 8 orang. Dari situ akan ketahuan, tertular atau tidak," ucap Yunita. 

Salah seorang warga Desa Karanggondang Pailus, Kecamatan Mlonggo, Sela Karainina Putri mengaku, beruntung dapat informasi lebih awal mengenai program tersebut, sehingga bisa melakukan pemeriksaan  lebih cepat.

"Senang ikut ini (Speling), karena deket rumah dan dokternya spesialis," kata Sela usai menjalani USG dan janinnya diketahui laki-laki.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved