Breaking News
Jumat, 29 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Bupati Jepara Dorong Peningkatan Daya Jual Ukir dari Sisi Seni

Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen mendorong peningkatan daya jual kerajinan ukir melalui kegiatan pameran seperti JIF-BW.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribun Jateng/Istimewa
CARVING CONTEST: Bupati Jepara, Witiarso Utomo menghadiri ajang carving contest dalam rangkaian acara Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIF-BW) 2025 di Pendapa Kartini, Rabu, (12/3/2025) malam. Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen mendorong peningkatan daya jual kerajinan ukir melalui kegiatan pameran seperti JIF-BW. (DOK. PEMKAB JEPARA) 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen mendorong peningkatan daya jual kerajinan ukir melalui kegiatan pameran seperti Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIF-BW).

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan bahwa seni ukir sebagai identitas dan kebanggaan Jepara merupakan warisan budaya dan tulang punggung industri kreatif Jepara

Menurutnya melalui tangan terampil para perajin ukir, Jepara mampu menghasilkan karya seni bernilai tinggi dan dikagumi seluruh dunia.

Baca juga: Pemkab Jepara Gandeng Pengusaha Wujudkan Destinasi Investasi Terbaik Jateng dengan Pelabuhan Balong

"Saya harap dengan adanya event seperti ini seluruh masyarakat jepara memiliki napas atau semangat yang sama. Karena kalau kita sendiri tidak mengetahuinya, bagaimana dengan dunia yang ada di luar sana," kata Wiwit dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng, Kamis (13/3/2025).

Wiwit mengingatkan akan ketatnya persaingan industri di era modern ini, utamnya di sektor furnitur dan ukir baik di tingkat nasional maupun global. 

Ia memaparkan beberapa aspek yang perlu diperhatikan guna menghadapi tantangan industri.

Beberapa di antaranya adalah pentingnya inovasi desain dengan mengeksplorasi desain baru mengikuti tren pasar tanpa meninggalkan ciri khas ukir Jepara, peningkatan kualitas produksi, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan pemasaran, serta regenerasi pengukir.

"Seni ukir Jepara harus terus menjadi simbol kreativitas dan keunggulan Jepara di tingkat dunia," tandasnya.

Dirinya turut mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para peserta serta pihak terkait yang berkontribusi pada acara tersebut.

Ia mendorong pelestarian seni ukir, sebab hal tersebut merupakan warisan nenek moyang yang memerlukan daya, kreativitas, dan kompetensi yang luar biasa.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan bahwa berdasarkan catatan sejarah, seni ukir 

Jepara sudah tercatat sejak abad ke-15. Beberapa artefak yang dapat terlihat hingga kini salah satunya adalah ukiran di Makam Sultan Hadlirin, Mantingan.

"Sekitar tahun 1928-1930 sudah ada sekolah ukir di Jepara. Di masa itu juga, bahkan R. A. Kartini sudah memikirkan agar ukiran memiliki value yang lebih tinggi dengan menerapkan ukiran pada furnitur dan melakukan hubungan dagang melalui sahabatnya di luar negeri," ucap Lestari.

Lestari membenarkan ucapan Wiwit mengenai cita-citanya meningkatkan daya jual ukir Jepara melalui nilai seni tidak hanya sebuah produk kriya kayu semata.

"Saya yakin dengan kerja sama semua pihak, tentu dengan naungan pemerintah daerah dan leadership dari Pak Bupati. Kemarin kami sudah berbincang dengan pihak UNESCO mengenai persyaratan yang diperlukan untuk menetapkan ukir Jepara sebagai warisan budaya tak benda," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved