Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Grobogan

Potret Sawah Menjadi Padang Pasir Setelah Diterjang Banjir Grobogan, Kerugian Ditaksir Miliaran

Petani di Dusun Mintreng, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, rugi miliaran rupiah akibat banjir mengubah sawah jadi padang pasir.

Tayang:
TribunJateng/Fachri Sakti Nugroho
SAWAH MENJADI PADANG PASIR: Ketua BPD Sudharmanto dan Kadus Hamidun mengecek lokasi sawah di Dusun Mintreng, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan yang tertimbun pasir dan lumpur material banjir Sungai Tuntang. Kerugian petani ditaksir mencapai miliaran rupiah. 

TRIBUNJATENG.COM - Petani di Dusun Mintreng, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, rugi miliaran rupiah akibat banjir jebolnya tanggul Sungai Tuntang, Jumat (21/3/2025).

Sawah petani yang seharusnya bisa ditanami kini terbengkalai karena tertimbun material banjir.

Diketahui, banjir yang terjadi di Baturagung pada awal Maret 2025 lalu merupakan yang keenam kali sejak Januari 2025.

Baca juga: Dari Musisi Jadi Bupati, Jeje Govinda Disorot Karena Tak Tahu Data Korban Banjir

Banjir kali ini dampaknya tidak kalah besar dibandingkan dengan banjir pertama yang meluluhlantakkan pemukiman warga.

Dampak paling terasa adalah kerugian yang dialami para petani.

Sawah yang sebelumnya subur kini tertimbun pasir dan lumpur yang terbawa oleh aliran banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.

Petani Rugi Miliaran Rupiah

Ada kisaran 25 hektare sawah di Dusun Mintreng berubah menjadi lahan yang mirip dengan padang pasir dan lumpur.

Material banjir yang terbawa arus mengubur tanah sawah, membuatnya tidak dapat dipergunakan untuk menanam padi atau tanaman lainnya.

Menurut Sudharmanto, perwakilan warga sekaligus Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Baturagung, kerugian petani yang kehilangan sawahnya mencapai miliaran rupiah.

"Ada puluhan hektare, sekitar 25 hektare yang tertimbun, kerugiannya besar itu bisa mencapai milyaran rupiah kalau diakumulasi nilai panen," kata Sudharmanto saat ditemui Tribun Jateng, Jumat (21/3/2025).

Sudharmanto menambahkan, sawah-sawah tersebut harus dipulihkan agar bisa kembali digunakan untuk pertanian.

Oleh sebab itu, Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk membantu memulihkan sawah petani di desanya.

"Kondisi saat ini dengan dampak yang begitu besar dan timbunan tanah yang begitu tebal, butuh uluran tangan dari pemerintah untuk mengembalikan fungsi tanah tersebut menjadi sawah kembali," ujarnya.

Warga Menganggur karena Sawah Tak Bisa Ditanami

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved