Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Grobogan

Potret Sawah Menjadi Padang Pasir Setelah Diterjang Banjir Grobogan, Kerugian Ditaksir Miliaran

Petani di Dusun Mintreng, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, rugi miliaran rupiah akibat banjir mengubah sawah jadi padang pasir.

Tayang:
TribunJateng/Fachri Sakti Nugroho
SAWAH MENJADI PADANG PASIR: Ketua BPD Sudharmanto dan Kadus Hamidun mengecek lokasi sawah di Dusun Mintreng, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan yang tertimbun pasir dan lumpur material banjir Sungai Tuntang. Kerugian petani ditaksir mencapai miliaran rupiah. 

"Perekonomian di Dusun Mintreng mayoritas atau hampir 90 persen dari pertanian. Bahkan warga kami antusias di bidang pertanian sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan yang dicanangkan Pak Prabowo Subianto, semoga sampai ke pusat untuk mengatasi bencana ini," harap Hamidun.

Pada saat lelang sawah desa, warga juga berbondong-bondong datang untuk menyewa sawah.

Namun ironis, kini sawah mereka terancam tak bisa ditanami karena tertimbun material banjir.

"Antusias untuk bertani sangat tinggi, terbukti dari lelang 'bondo deso' kemarin dua minggu yang lalu (sebelum banjir)," kata Hamidun.

Menurut hitungan Hamidun, setiap satu hektare sawah yang tertimbun pasir dan lumpur mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.

Artinya, jika ada kisaran 25 hektare yang tertimbun, kerugian total ditaksir mencapai Rp 1,25 miliar.

"Untuk yang terdampak menjadi seperti padang pasir itu sekitar 25 hektare, untuk kerugiannya satu hektare itu paling tidak Rp 50 juta, dikalikan Rp 50 juta kali 25 hektare," kata Hamidun.

Baca juga: Mendikdasmen Abdul Muti Kunjungi SD di Kudus yang Sering Terendam Banjir

"Belum lagi yang terkena bekas banjir berupa lumpur sampai ke lutut, itu juga tidak bisa ditanami untuk musim tanam berikutnya," imbuhnya.

Hamidun juga sepakat agar sawah petani segera dipulihkan agar perekonomian warga segera bangkit.

"Itu harus dipulihkan, menunggu musim kemarau untuk dikeruk menggunakan alat berat," pungkas Hamidun. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved