Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Viral Mahasiswa Semarang Dicari Intelijen ke Kampus, Ditanya ke Satpam, Dosen hingga Rektor

Mahasiswa korban demo di Semarang akan laporkan Polrestabes ke Komnas HAM buntut dugaan kekerasan dan intimidasi saat aksi tolak UU TNI.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
DOKUMENTASI PRIBADI WARGA
DEMO BERAKHIR RICUH: Ketua BEM Unnes 2025, Kuat Nursiam mendapatkan kekerasan oleh polisi saat mengikuti aksi demonstrasi menolak UU TNI di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025). Dia berencana melaporkan kejadian itu ke Komnas HAM pekan depan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Para korban dugaan kekerasan dan intimidasi oleh aparat saat aksi demonstrasi menolak UU TNI di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025), berencana melaporkan Polrestabes Semarang ke Komnas HAM.

Ketua BEM Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2025, Kuat Nursiam, menyampaikan rencana tersebut kepada Tribun, Sabtu (22/3/2025).

Kuat menyebut, ada tujuh orang korban kekerasan, termasuk dirinya.

Ia mengaku dikeroyok lima polisi, dicekik, ditarik, dan ditendang hingga mengalami luka robek di pelipis, memar di punggung, serta bibir pecah.

“Saya awalnya ditarik paksa ke mobil pengurai massa oleh polisi berpakaian preman, tapi saya menolak dan dibantu mahasiswa lain,” katanya.

Empat orang lainnya terdiri dari dua mahasiswa, seorang sopir pikap, dan satu petugas soundman ditangkap dan juga mengalami kekerasan.

Menurut Kuat, mereka sudah dibebaskan malam hari setelah aksi selesai.

Namun, intimidasi terus berlanjut.

Ia menyebut ada anggota intelijen mencari dirinya ke kampus, menanyakan keberadaannya ke satpam, dosen, bahkan rektor.

“Saya masih mengungsi, karena keberadaan saya dicari ke sembilan fakultas. Saya merasa terintimidasi,” jelasnya.

Setelah memposting kejadian itu di akun Instagram @kuatnursiam bersama @mahasiswa_bergerak dan @bemsi.official, ia juga menerima serangan digital dan ancaman.

Ia menyebut, ada sembilan mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang yang masuk daftar pencarian orang karena dianggap provokator.

“Ada dari Unisula, Unnes, Undip, UIN, Upgris, Untag, dan Udinus,” ungkapnya.

Kuat menyatakan bahwa pihaknya tetap akan melawan, termasuk dengan melaporkan kasus ini secara kolektif ke Komnas HAM di Jakarta pekan depan.

“Ini sudah berulang dan tidak sesuai prosedur. Kami akan adukan ke Komnas HAM,” katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved