Berita Jateng
Harga Cabai Meroket Jelang Lebaran: Permainan Pasar atau Faktor Cuaca?
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga berbagai kebutuhan pokok di Indonesia kembali mengalami kenaikan signifikan.
Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
Selain itu, faktor cuaca ekstrem dan serangan hama seperti patek turut disebut sebagai penyebab penurunan produksi cabai.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menambahkan bahwa curah hujan tinggi di beberapa wilayah seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah berkontribusi terhadap menurunnya kualitas dan kuantitas hasil pertanian.
Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Jawa Tengah saat ini mencapai 2,23 persen, dengan cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras sebagai penyumbang utama kenaikan harga.
Tren inflasi Ramadan 2024 dan 2025 menunjukkan pola yang serupa, di mana lonjakan harga terjadi pada daging ayam dan bawang merah. Namun, untuk tahun ini, cabai rawit menjadi sorotan utama.
Lonjakan harga cabai yang terjadi setiap menjelang hari raya menimbulkan pertanyaan besar: Apakah ini benar-benar akibat cuaca atau hanya permainan pasar?
Masyarakat seperti Nur Kholis berharap pemerintah tidak hanya memberikan wacana, tetapi juga tindakan konkret untuk menstabilkan harga dan melindungi daya beli rakyat kecil.
Pemerataan pasokan pangan dan koordinasi logistik yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi fluktuasi harga yang selalu menjadi beban masyarakat setiap tahun.
Namun, tanpa pengawasan yang ketat dan kebijakan yang benar-benar efektif, permainan harga di pasar akan terus berulang, menjadikan konsumen sebagai pihak yang selalu dirugikan. (bud)
Baca juga: OPINI : Menjaga Komunikasi di Bulan Ramadhan: Sebuah Tanggung Jawab Sosial yang Penuh Makna
Baca juga: Natasha Wilona Unggah Potret Dirinya Saat Siraman, Kenakan Baju Bunga Melati, Hamil 4 Bulan?
Baca juga: Scoopytaculer Show Sapa Pecinta Scoopy Wilayah Jepara dan Tegal
Cegah Perundungan, Program Pesantren Ramah Anak Terus Digalakkan |
![]() |
---|
Melalui Buku Jawa Tengah Berani Mendunia, Strategi Ekspor Baru Diluncurkan di Hari Jadi ke-80 Jateng |
![]() |
---|
Petani Apresiasi Pemprov Jateng Pulihkan Lahan Pertanian Seluas 512 Hektar di Demak |
![]() |
---|
Kebahagiaan Rifan, Petani Demak: Lahan yang Dulu Terendam Kini Berpotensi 3 Kali Panen Setahun |
![]() |
---|
Lewat Buku “Jawa Tengah Berani Mendunia”, Strategi Ekspor Baru Diluncurkan di Hari Jadi ke-80 Jateng |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.