Berita Slawi
Mudik Lebaran Asik Gunakan BBM Pertamax, Pemudik Akui Performa Kendaraan Lebih Cepat dan Irit
Pemudik Hori (45) menggunakan Pertamax karena performa sepeda motornya lebih cepat dan irit.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: raka f pujangga
Sejak awal perjalanan dari Cakung Jakarta Timur sampai di SPBU Muri Kabupaten Tegal, Hori mengaku baru mengisi BBM Pertamax sebanyak dua kali sehingga sangat irit di kantong.
Adapun jika diisi full atau penuh, Hori mengeluarkan biaya sekitar Rp 30 ribuan untuk BBM jenis Pertamax.
"Dari berangkat sampai Tegal saya baru isi bensin dua kali, sehingga BBM Pertamax ini memang sangat irit dan di mesin motor saya juga oke," ujarnya.
Disinggung mengenai kabar yang sempat viral yakni Pertamax Oplosan, Hori tidak menampik bahwa dirinya sempat terpengaruh dengan kabar tersebut.
Tapi karena merasakan langsung performa mesinnya yang baik, lebih cepat dan irit maka Hori tetap bertahan dan setia menggunakan produk BBM Pertamax.
"Sebenarnya saat lagi ramai-ramainya mengenai isu BBM oplosan atau Pertamax oplosan saya sebagai konsumen sempat terpengaruh. Tapi karena merasakan sendiri mesin motor saya baik-baik saja dan juga irit, jadi saya percaya lagi dan tetap setiap menggunakan Pertamax," cerita Hori.
Masih pada kesempatan yang sama, Pemudik dari Tangerang menuju Semarang, P Adhi Susmono (47), juga mengisi BBM Pertamax di SPBU Muri Kabupaten Tegal.
Adhi bercerita selama ini dirinya selalu menggunakan BBM Pertamax baik untuk sepeda motor ataupun mobil miliknya.
Setia menggunakan Pertamax, karena Adhi merasa mesin mobilnya tarikan lebih halus dan pastinya lebih irit.
Terlebih pada momen mudik lebaran seperti saat ini, Adhi tetap menggunakan Pertamax karena perjalanan lebih mudah dan cepat.
Selama perjalanan dari Tangerang sampai Tegal, Adhi mengaku baru satu kali mengisi ulang bensin pada mobilnya.
"Saya tidak terpengaruh dengan kabar yang menyebut BBM Pertamax oplosan atau sebagainya. Saat kabar itu mencuat saya tetap setia pakai Pertamax, ya karena saya merasakan langsung di mesin mobil lebih enak dan irit. Sejauh ini mesin mobil saya juga aman saja tidak ada gangguan atau kendala," jelas Adhi.
Sementara itu, Pengurus Operasional SPBU Muri Rudi Zatwaludin menambahkan, adanya isu Pertamax yang dioplos menurut Rudi tidak terlalu berpengaruh dengan daya beli masyarakat khususnya di SPBU Muri.
Walaupun ada isu negatif mengenai BBM Pertamax, namun sejauh ini diakui Rudi penjualan masih stabil atau tidak ada penurun yang signifikan.
"Tidak begitu terpengaruh. Pelanggan atau konsumen yang biasa membeli Pertamax di tempat kami tetap setia dan tidak beralih," aku Rudi.
Baca juga: Sosok Mufti Anam Anggota DPR Minta Pertamina Gratiskan Pertamax Sebulan, Tak Cukup Minta Maaf
| Warga Bisa Manfaatkan Layanan Laboratorium Kesehatan Kabupaten Tegal, Segini Retribusinya |
|
|---|
| Waspada Dampak El Nino! Dinkes Kabupaten Tegal Monitor Ketat Potensi Lonjakan ISPA dan Diare |
|
|---|
| Ada 47 Orang Suspek Campak di Kabupaten Tegal, Data dari Januari sampai 3 April 2026 |
|
|---|
| Halalbihalal Bersama Kades se-Kabupaten Tegal, Bupati Ischak Ingatkan Beri Layanan Maksimal ke Warga |
|
|---|
| Pemkab Tegal Gelar Musrenbang RKPD 2027, Fokus Percepatan Infrastruktur Dasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Petugas-sedang-melayani-konsumen-yang-mengisi-BBM-jenis-Pertamax.jpg)