Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Protes Jalan Rusak, Warga Grobogan Tanami Pohon Pisang di Tengah Jalan

Warga Grobogan tanam pohon pisang di jalan rusak sebagai bentuk protes. Kini jalan sudah diperbaiki sementara.

Tayang:
TRIBUNJATENG.COM/ FAHRI
TANAM PISANG: Sempat ditanami pohon pisang oleh warga, jalan Sembungharjo Grobogan kini mulai diperbaiki. Warga Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, melakukan aksi protes terkait jalan desa yang rusak, mereka menanami jalan yang rusak dengan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kondisi infrastruktur yang telah lama terbengkalai. 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN – Warga Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan melakukan aksi protes dengan cara menanam pohon pisang di jalan rusak.

Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi jalan yang sudah lama terbengkalai.

Video aksi itu menjadi viral setelah diunggah oleh akun Instagram @info.grobogan.

Dalam video terlihat warga berkerumun membawa pohon pisang dan menanamnya di tengah jalan yang rusak parah.

Jalan penuh dengan genangan air dan lubang besar, sehingga sangat membahayakan pengendara.

Motor yang melintas harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok.

Jalan tersebut merupakan jalur penghubung antar dusun yang sangat penting bagi mobilitas warga.

Sayangnya, kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan belum mendapat penanganan serius.

Menurut warga setempat, Alfan, kondisi jalan rusak itu sudah terjadi lebih dari tiga tahun.

“Setahu saya, jalan rusak sudah lebih dari tiga tahun. Sudah ada pengecoran beton dari sebelah selatan dan utara, tetapi untuk jalan yang belum dicor masih banyak berlubang,” ujarnya, Jumat (28/3/2025).

Ia berharap agar jalan segera diperbaiki.

“Kalau belum bisa dicor total, ya setidaknya dipadatkan dulu agar warga bisa lewat lebih mudah,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ahmad Khoerudin, warga lainnya.

“Semoga segera dibenahi, pengerasan dulu, karena kalau dicor membutuhkan anggaran besar,” kata Khoerudin.

Menurutnya, pemerintah desa telah melakukan langkah sementara.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved