Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Lokawisata Baturraden Resmi Kembali Dikelola Pemkab Banyumas

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan Lokawisata Baturraden resmi kembali ke Pemkab setelah sempat dikelola BLUD.

Tayang:
TRIBUNJATENG.COM/ PERMATA PUTRA SEJATI
LOKAWISATA BATURRADEN: Dokumentasi suasana wisata Baturraden saat libur lebaran yang sangat dipadati pengunjung, Minggu (24/4/2024). Lokawisata Baturraden yang sempat diserahkan pengelolaanya kepada Badan Layanan Umum Daera (BLUD) kini dikembalikan lagi ke Pemkab Banyumas. 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Lokawisata Baturraden yang sebelumnya dikelola oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), kini resmi dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, saat berbincang dengan awak media pada Jumat (28/3/2025).

Sadewo mengungkapkan bahwa kemungkinan ke depan Baturraden akan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) dan bergabung dengan UPTD Purwomas.

Menurut Sadewo, kinerja BLUD sebenarnya cukup bagus, namun semangat awal dibentuknya BLUD adalah untuk mengelola destinasi wisata hasil proyek Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Tujuannya agar pendapatan dari objek wisata tersebut bisa membantu pemerintah daerah mengangsur dana pinjaman PEN, serta meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Namun dalam praktiknya, Lokawisata Baturraden yang sudah memiliki sumber pendapatan stabil justru ikut diserahkan ke BLUD.

Hal tersebut membuat pemasukan dari Baturraden tidak masuk langsung ke kas daerah.

"Saya langsung ambil kemudian supaya nanti penghasilan dari Baturraden bisa masuk ke kas daerah," ujar Sadewo.

Ia menambahkan, biarkan BLUD mengelola wisata-wisata baru hasil proyek PEN seperti Menara Teratai, Taman Botani, Taman Mas Kemambang, Madang Maning Park, dan Indraprana.

Lebih lanjut, Sadewo menyampaikan akan berdiskusi dengan Direktur BLUD, Yanuar, untuk membicarakan target-target pencapaian yang lebih realistis.

"Saya akan meminta Yanuar membuat target-target. Kalau tidak memenuhi target bagaimana? Kita harus punya kesepakatan," ungkapnya.

Menurut Sadewo, target tidak perlu terlalu tinggi atau bombastis, melainkan rasional dan terukur.

Ia mencontohkan bahwa target sebelumnya untuk mengembalikan dana Rp200 miliar dalam lima tahun dinilai tidak realistis.

"Saya akan minta BLUD buat target capaian, misal tahun ini mau menghasilkan berapa, dikurangi biaya pemeliharaan berapa, nanti akan fair," tegasnya.

Sadewo juga menyatakan bahwa saat ini belum menghitung target spesifik karena perlu perhitungan yang mendalam.

"Kalau mau investasi kan harus pakai perhitungan matang, tidak bisa asal-asalan," katanya.

Bupati berharap BLUD mampu menyusun strategi dengan baik, dan pemda tidak terlalu banyak ikut campur.

"Kalau BLUD sudah punya target dan ada inovasi, ayo jalani. Jangan sampai di tengah jalan justru dihentikan oleh pemda," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved