Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

1 Hal Paling Dirindukan Sugiyatmoko, Sopir Ambulans di Semarang Ini Tunda Mudik Demi Layani Pasien

Ada satu hal yang sangat dirasakan Sugiyatmoko saat tak mudik lebaran. Sugiyatmoko, dia seorang sopir ambulans di Puskesmas Tengaran

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
dok pribadi/istimewa)
Aktivitas seorang sopir ambulans di Puskesmas Tengaran, Kabupaten Semarang, Sugiyatmoko saat bertugas. Dia rela menunda mudik karena harus melayani pasien selama libur lebaran. (dok pribadi/istimewa) 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ada satu hal yang sangat dirasakan Sugiyatmoko saat tak mudik lebaran.

Sugiyatmoko, dia seorang sopir ambulans yang sudah bekerja selama enam tahun di Puskesmas Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Dia sendiri berasal dari Sukoharjo.

Baca juga: Selama 14 Hari Masa Angkutan Lebaran, 12.650 Penumpang Telah Diberangkatkan dari Stasiun Cepu Blora

Saat sebagian masyarakat memanfaatkan liburan masa lebaran untuk mudik dan pulang ke kampung halaman, Sugiyatmoko harus tetap bekerja karena profesi yang dijalani.

Ia pun harus rela menunda mudik dan bertemu sanak saudara di Kabupaten Sukoharjo.

Meskipun kehilangan kesempatan momentum Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, dia akan tetap pulang ke rumah orangtuanya saat masa piketnya berakhir.

“Tahun kemarin, tahun ini tidak bisa mudik karena tuntutan pekerjaan.

Harus melayani pemudik, pasien dan harus on call selama 24 jam,” kata Sugiyatmoko, Kamis (3/4/2025).

Selama piket, dia berjaga di Puskesmas Tengaran dan juga Rest Area KM456 untuk siap siaga bila ada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Meskipun demikian, terdapat sisi positif dari pekerjaan dia yaitu semakin banyak berkegiatan sosial.

Terdapat juga sisi lain yang kerap dirasakan Sugiyatmo, satu di antaranya kekhawatiran saat menangani atau mengangkut pasien yang sedang dalam kondisi kritis.

“Motto saya bekerja untuk dunia dan beramal untuk akhirat,” imbuh Sugiyatmoko.

Sementara itu, hal lain yang juga cukup disayangkan oleh dia yaitu tidak dapat menikmati masakan khas lebaran dari ibunya di Sukoharjo.

Dia mengaku, selama ini selalu merindukan rasa dari racikan makanan-makanan lebaran dari ibunya tersebut.

“Kebetulan yang masih hidup ibu, kalau bapak sudah meninggal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved