Berita Semarang
1 Hal Paling Dirindukan Sugiyatmoko, Sopir Ambulans di Semarang Ini Tunda Mudik Demi Layani Pasien
Ada satu hal yang sangat dirasakan Sugiyatmoko saat tak mudik lebaran. Sugiyatmoko, dia seorang sopir ambulans di Puskesmas Tengaran
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ada satu hal yang sangat dirasakan Sugiyatmoko saat tak mudik lebaran.
Sugiyatmoko, dia seorang sopir ambulans yang sudah bekerja selama enam tahun di Puskesmas Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Dia sendiri berasal dari Sukoharjo.
Baca juga: Selama 14 Hari Masa Angkutan Lebaran, 12.650 Penumpang Telah Diberangkatkan dari Stasiun Cepu Blora
Saat sebagian masyarakat memanfaatkan liburan masa lebaran untuk mudik dan pulang ke kampung halaman, Sugiyatmoko harus tetap bekerja karena profesi yang dijalani.
Ia pun harus rela menunda mudik dan bertemu sanak saudara di Kabupaten Sukoharjo.
Meskipun kehilangan kesempatan momentum Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, dia akan tetap pulang ke rumah orangtuanya saat masa piketnya berakhir.
“Tahun kemarin, tahun ini tidak bisa mudik karena tuntutan pekerjaan.
Harus melayani pemudik, pasien dan harus on call selama 24 jam,” kata Sugiyatmoko, Kamis (3/4/2025).
Selama piket, dia berjaga di Puskesmas Tengaran dan juga Rest Area KM456 untuk siap siaga bila ada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Meskipun demikian, terdapat sisi positif dari pekerjaan dia yaitu semakin banyak berkegiatan sosial.
Terdapat juga sisi lain yang kerap dirasakan Sugiyatmo, satu di antaranya kekhawatiran saat menangani atau mengangkut pasien yang sedang dalam kondisi kritis.
“Motto saya bekerja untuk dunia dan beramal untuk akhirat,” imbuh Sugiyatmoko.
Sementara itu, hal lain yang juga cukup disayangkan oleh dia yaitu tidak dapat menikmati masakan khas lebaran dari ibunya di Sukoharjo.
Dia mengaku, selama ini selalu merindukan rasa dari racikan makanan-makanan lebaran dari ibunya tersebut.
“Kebetulan yang masih hidup ibu, kalau bapak sudah meninggal.
| PMII Walisongo Desak Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat dan Diproses Hukum |
|
|---|
| KAI Daop 4 Semarang Intensifkan Pemeriksaan Jalur Semarang–Cepu, Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| AKBP Basuki Dituntun 5 Tahun Atas Kematian Dosen Untag Semarang, Beraksi Kasar Saat Keluar Sidang |
|
|---|
| Kenapa Silayur Semarang Jadi Jalur Maut? Puluhan Korban Meregang Nyawa Tiap Tahunnya |
|
|---|
| Aksi Kasar AKBP Basuki di PN Semarang, Tepis Tangan Wartawan Wanita Sambil Berlari Menuju Mobil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sugiyanto-sopir-ambulans-di-Puskesmas-Tengaran.jpg)