Berita Banyumas
Jenazah Yetty Pekerja Migran Asal Banyumas Terlantar 2 Bulan di Peru, Begini Curhat Pilu Sang Adik
Kecewa dan kesal pihak keluarga almarhumah Yetty Purwaningsih, pekerja migran asal Cilongok Banyumas terhadap pemerintah tak lagi terbendung.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kecewa dan kesal pihak keluarga almarhumah Yetty Purwaningsih terhadap pemerintah tak lagi terbendung.
Adik kandung dari jenazah pekerja migran asal Cilongok Banyumas ini bahkan menyebut jika pemerintah sekadar pencitraan.
Jenazah pekerja migran asal Cilongok, Kabupaten Banyumas bernama Yetty Purwaningsih gagal dipulangkan ke Indonesia.
Baca juga: Jenazah Yetty Asal Cilongok Banyumas Terpaksa Dimakamkan di Peru: Pemerintah Cuma Pencitraan
Baca juga: Pilu Keluarga Almarhumah Yetty, Jenazah Pekerja Migran Asal Banyumas di Peru Gagal Dipulangkan
Almarhumah Yetty akhirnya terpaksa dimakamkan di Peru, negara tempatnya bekerja.
Berbagai upaya memulangkan ke Tanah Air gagal lantaran terkendala biaya.
Jenazah dimakamkan di Pemakaman Campo Fe Norte, Distrik Puente Piedra, Provinsi Lima, berjarak sekira 23 kilometer dari pusat Kota Lima.
Prosesi pemakaman dilaksanakan sesuai kaidah agama Islam.
Dihadiri beberapa rekan almarhumah Yetty Purwaningsih serta perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima.
Adik kandung almarhumah, Mursito menyatakan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah Indonesia.
"Intinya saya kecewa dengan Pemerintah."
"Karena di depan media siap memulangkan, tapi buktinya tidak dipulangkan."
"Ini yang bikin keluarga kecewa, cuma pencitraan di depan media massa," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (7/4/2025).
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2MI), Abdul Kadir Karding pernah berjanji akan memulangkan jenazah Yetty Purwaningsih dengan biaya pemerintah.
Namun setelah beberapa bulan menunggu, janji tersebut tidak pernah terwujud.
Akhirnya dengan sangat terpaksa, keluarga dan pihak terkait menyetujui pemakaman jenazah di Peru.
Yetty Purwaningsih adalah warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang meninggal dunia di Peru.
Keluarga mendapatkan kabar Yetty meninggal dunia pada Selasa (25/2/2025).
Namun jenazah korban belum bisa dipulangkan ke Indonesia, meskipun pihak keluarga almarhumah telah berkordinasi dengan pihak terkait.
Baca juga: Arus Balik Lebaran di Banyumas, 33 Ribu Lebih Penumpang Gunakan Kereta dari Daop 5 Pada 4 April 2025
Baca juga: Pemudik Meninggal di Tengah Kemacetan di Ajibarang Banyumas Karena Sakit
Mursito, adik kandung almarhumah menyampaikan jika pihak keluarga telah mencoba menghubungi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta.
Selain itu dia juga berkirim surat ke KBRI di Lima, Peru.
Tetapi hingga kini belum ada kepastian kapan jenazah kakaknya bisa dipulangkan ke Indonesia.
Mursito menceritakan, kakaknya telah merantau ke Peru selama 20 tahun.
Awalnya dia bekerja dan berwirausaha sebagai pedagang makanan.
Kabar duka baru diterima pada 25 Februari 2025, ketika KBRI di Peru mengonfirmasi bahwa Tetty telah meninggal.
Mendengar kabar itu, Mursito bergegas menghubungi Kemenlu dan KBRI di Peru.
Bahkan, dia sempat mendatangi langsung Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) di Jakarta, unit di bawah Kemenlu yang bertugas melindungi hak-hak WNI di luar negeri.
Sayangnya, belum ada perkembangan berarti terkait pemulangan jenazah Yetty Purwaningsih.
Selain menghubungi Kemenlu, Mursito juga mengirim surat ke KBRI di Lima, Peru, dengan harapan proses pemulangan jenazah bisa segera dilakukan.
Ia juga meminta bantuan ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Banyumas mempercepat pemulangan jenazah sang kakak.
Mursito menyebut jika kendala finansial menjadi salah satu alasan lambatnya proses pemulangan jenazah.
Padahal menurut informasi yang dia terima, kakaknya meninggalkan harta berupa uang tunai 23.000 Sol Peru (sekira Rp100 juta).
"Kalau soal biaya, sebenarnya kakak saya meninggalkan uang cukup banyak di sana."
"Kami mohon bantuan siapa pun yang bisa membantu dan seharusnya pemerintah bisa melakukan," jelasnya. (*)
Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Bupati Arief Rohman: Blora Peringkat 6 Penghasil Padi di Jawa Tengah
Baca juga: 9 Ruas Tol Trans Jawa Ini Masih Berikan Diskon Tarif 20 Persen, Berlaku Hingga 10 April 2025
Baca juga: Besok Selasa Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran 2025, Sekda Blora Minta ASN Masuk Tepat Waktu
Baca juga: TERTANGKAP! 4 Pemuda Spesialis Pencurian Barang Antik di Sragen, Gunakan Linggis Saat Beraksi
Banyumas
Running News
Yetty Purwaningsih
Yetty Pekerja Migran Meninggal di Peru
Pekerja Migran Asal Banyumas Meninggal di Peru
Pekerja Migran Asal Banyumas di Peru
pekerja migran
Mursito
Pemkab Banyumas
Kemenlu
Kementerian KP2MI
Abdul Kadir Karding
feature
Human Interest
| Banyumas Perluas Akses Belajar, Revitalisasi 34 Sekolah hingga Penyediaan Bus Gratis |
|
|---|
| Ada Dugaan Keterlibatan Pihak Ketiga dalam Temuan BPK di RSUD Banyumas |
|
|---|
| Kerugian Negara 13 Miliar di RSUD Banyumas, Anggota DPRD: Kesalahan Fatal dan Jadi Preseden Buruk |
|
|---|
| Cerita Saksi Lihat Mobil Pengangkut Oksigen "Ugal-ugalan" Sebelum Hajar 2 Pemotor di Banyumas |
|
|---|
| Modus Sistem "Tempel", Pengedar Sabu Tertangkap Basah di Banyumas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pemakaman-Jenazah-Pekerja-Migran-Asal-Cilongok-Banyumas-di-Peru.jpg)