Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Jenazah Yetty Pekerja Migran Asal Banyumas Terlantar 2 Bulan di Peru, Begini Curhat Pilu Sang Adik

Kecewa dan kesal pihak keluarga almarhumah Yetty Purwaningsih, pekerja migran asal Cilongok Banyumas terhadap pemerintah tak lagi terbendung.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI PRIBADI MURSITO
JENAZAH PEKERJA MIGRAN - Petugas mengangkut peti jenazah pekerja migran asal Cilongok, Kabupaten Banyumas bernama Yetty Purwaningsih gagal dipulangkan ke Indonesia, Senin (7/4/2025). Jenazah dimakamkan di Pemakaman Campo Fe Norte, Distrik Puente Piedra, Provinsi Lima, berjarak sekira 23 kilometer dari pusat Kota Lima. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kecewa dan kesal pihak keluarga almarhumah Yetty Purwaningsih terhadap pemerintah tak lagi terbendung.

Adik kandung dari jenazah pekerja migran asal Cilongok Banyumas ini bahkan menyebut jika pemerintah sekadar pencitraan.

Jenazah pekerja migran asal Cilongok, Kabupaten Banyumas bernama Yetty Purwaningsih gagal dipulangkan ke Indonesia.

Baca juga: Jenazah Yetty Asal Cilongok Banyumas Terpaksa Dimakamkan di Peru: Pemerintah Cuma Pencitraan

Baca juga: Pilu Keluarga Almarhumah Yetty, Jenazah Pekerja Migran Asal Banyumas di Peru Gagal Dipulangkan

Almarhumah Yetty akhirnya terpaksa dimakamkan di Peru, negara tempatnya bekerja. 

Berbagai upaya memulangkan ke Tanah Air gagal lantaran terkendala biaya.

Jenazah dimakamkan di Pemakaman Campo Fe Norte, Distrik Puente Piedra, Provinsi Lima, berjarak sekira 23 kilometer dari pusat Kota Lima. 

Prosesi pemakaman dilaksanakan sesuai kaidah agama Islam. 

Dihadiri beberapa rekan almarhumah Yetty Purwaningsih serta perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima.

Adik kandung almarhumah, Mursito menyatakan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah Indonesia.

"Intinya saya kecewa dengan Pemerintah."

"Karena di depan media siap memulangkan, tapi buktinya tidak dipulangkan." 

"Ini yang bikin keluarga kecewa, cuma pencitraan di depan media massa," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (7/4/2025). 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2MI), Abdul Kadir Karding pernah berjanji akan memulangkan jenazah Yetty Purwaningsih dengan biaya pemerintah. 

Namun setelah beberapa bulan menunggu, janji tersebut tidak pernah terwujud.

Akhirnya dengan sangat terpaksa, keluarga dan pihak terkait menyetujui pemakaman jenazah di Peru.

Yetty Purwaningsih adalah warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang meninggal dunia di Peru. 

Keluarga mendapatkan kabar Yetty meninggal dunia pada Selasa (25/2/2025).

Namun jenazah korban belum bisa dipulangkan ke Indonesia, meskipun pihak keluarga almarhumah telah berkordinasi dengan pihak terkait. 

Baca juga: Arus Balik Lebaran di Banyumas, 33 Ribu Lebih Penumpang Gunakan Kereta dari Daop 5 Pada 4 April 2025

Baca juga: Pemudik Meninggal di Tengah Kemacetan di Ajibarang Banyumas Karena Sakit

Mursito, adik kandung almarhumah menyampaikan jika pihak keluarga telah mencoba menghubungi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta. 

Selain itu dia juga berkirim surat ke KBRI di Lima, Peru. 

Tetapi hingga kini belum ada kepastian kapan jenazah kakaknya bisa dipulangkan ke Indonesia.

Mursito menceritakan, kakaknya telah merantau ke Peru selama 20 tahun.

Awalnya dia bekerja dan berwirausaha sebagai pedagang makanan. 

Kabar duka baru diterima pada 25 Februari 2025, ketika KBRI di Peru mengonfirmasi bahwa Tetty telah meninggal.

Mendengar kabar itu, Mursito bergegas menghubungi Kemenlu dan KBRI di Peru. 

Bahkan, dia sempat mendatangi langsung Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) di Jakarta, unit di bawah Kemenlu yang bertugas melindungi hak-hak WNI di luar negeri. 

Sayangnya, belum ada perkembangan berarti terkait pemulangan jenazah Yetty Purwaningsih.

Selain menghubungi Kemenlu, Mursito juga mengirim surat ke KBRI di Lima, Peru, dengan harapan proses pemulangan jenazah bisa segera dilakukan. 

Ia juga meminta bantuan ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Banyumas mempercepat pemulangan jenazah sang kakak.

Mursito menyebut jika kendala finansial menjadi salah satu alasan lambatnya proses pemulangan jenazah.

Padahal menurut informasi yang dia terima, kakaknya meninggalkan harta berupa uang tunai 23.000 Sol Peru (sekira Rp100 juta).

"Kalau soal biaya, sebenarnya kakak saya meninggalkan uang cukup banyak di sana."

"Kami mohon bantuan siapa pun yang bisa membantu dan seharusnya pemerintah bisa melakukan," jelasnya. (*)

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Bupati Arief Rohman: Blora Peringkat 6 Penghasil Padi di Jawa Tengah

Baca juga: 9 Ruas Tol Trans Jawa Ini Masih Berikan Diskon Tarif 20 Persen, Berlaku Hingga 10 April 2025

Baca juga: Besok Selasa Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran 2025, Sekda Blora Minta ASN Masuk Tepat Waktu

Baca juga: TERTANGKAP! 4 Pemuda Spesialis Pencurian Barang Antik di Sragen, Gunakan Linggis Saat Beraksi

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved