Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Pemkab Batang Hadapi Refocusing Anggaran, Pj Sekda: Masih Dipetakan, Baru Tercapai Rp75 Milliar

Pj Sekda Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih mengungkapkan, efisiensi anggaran saat ini mencapai kisaran Rp50 milliar hingga Rp75 miliar.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
EFISIENSI ANGGARAN - Pj Sekda Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih. Pemkab Batang menyebut jika efisiensi anggaran saat ini baru mencapai di kisaran Rp75 miliar. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemkab Batang sedang menghadapi tantangan pengelolaan keuangan daerah.

Refocusing anggaran menjadi langkah strategis yang harus ditempuh demi menyeimbangkan kebutuhan fiskal dengan keberlangsungan program-program prioritas.

Pj Sekda Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih mengungkapkan, efisiensi anggaran saat ini mencapai kisaran Rp50 milliar hingga Rp75 miliar.

Angka tersebut, menurutnya, masih bersifat sementara dan belum final.

Baca juga: RSUD Kalisari Punya Utang Obat Rp15 Miliar, Bupati Batang: Segera Kami Audit Total

Baca juga: Peringati HUT ke-59 Batang, Bupati Faiz Ajak ASN Renungkan Perjuangan Kyai Mandurorejo

"Target efisiensi bisa mencapai Rp150 miliar, namun kami masih terus memetakan pos-pos anggaran yang dapat disesuaikan tanpa mengorbankan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sri Purwaningsih menekankan bahwa refocusing ini bukan sekadar pemangkasan acak.

Pemkab Batang berkomitmen menjaga agar program esensial seperti pengentasan kemiskinan dan penanggulangan stunting, tetap berjalan.

Misalnya, dana santunan kematian menjadi salah satu pos yang tidak tersentuh efisiensi karena peran vitalnya bagi masyarakat kurang mampu.

Langkah efisiensi ini mencakup pengurangan anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen serta penundaan pengadaan barang yang tidak mendesak.

“Misala ada Dinas X yang sebelumnya sudah ada pengadaan laptop tahun lalu, maka tahun ini perlu ditinjau ulang urgensinya,” jelasnya 

Di sisi lain, Pemkab Batang melalui BPKPAD gencar menggali potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai solusi menutup defisit anggaran.

“Kami terus mencari peluang baru agar PAD dapat mendukung kebutuhan daerah yang semakin kompleks,” ujarnya.

Sri Purwaningsing juga mengajak pihak swasta untuk turut berkontribusi dalam mengatasi isu sosial seperti penyediaan akses makanan bergizi guna mengurangi stunting.

“Dukungan investor sangat kami harapkan untuk menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Kawasan Kota Lama Destinasi Favorit Selama Libur Lebaran, Tiap Hari Rerata 14.633 Wisatawan

Baca juga: Alumni KDI Hibur Wisatawan Curug Sewu Kendal, Libur Lebaran Makin Ramai

Baca juga: Semua Tempat Wisata di Jepara Terapkan E-Ticketing, Diluncurkan Bupati Witiarso Utomo Hari Ini

Baca juga: Perolehan Zakat Tahun Ini di Kendal Capai Rp13 Miliar

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved