Berita Semarang
Keranda, Polisi Vrindavan Hingga Suara Tak Mau Bungkam, Protes Kekerasan Oknum Polri di Semarang
Keranda, Polisi Vrindavan Hingga Suara yang Tak Mau Bungkam, Gelombang Protes Kekerasan Yang dilakukan Anggota Polri di Semarang
Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
“Minta maaf bukan solusi. Kami minta proses hukum berlanjut. Aparat harus paham kerja jurnalistik, bukan memukul orang yang sedang bekerja,” tegasnya.
Hari menjelang malam. Aksi ditutup dengan simbol perlawanan terakhir yaitu pembakaran keranda. Api menghanguskan replika demokrasi yang mati, tapi nyala semangat mereka tidak padam. (*)
Baca juga: Umat Katolik Blora Gelar Visualisasi Jalan Salib untuk Peringati Wafatnya Yesus Kristus
Baca juga: Penyebab Harga Kelapa Naik di Jawa Tengah, Pasar Ekspor Dinilai Lebih Menggiurkan
Baca juga: Viral Ada Ulat Buah di MBG SMPN 1 Semarang
| Mbak Ita Eks Wali Kota Semarang Ajukan PK, Sodorkan Novum Anggaran Lomba Nasi Goreng |
|
|---|
| Koleksi Baru Damkar Kota Semarang, Anjing Liar Hasil Evakuasi Dirawat di Kandang Rescue |
|
|---|
| Total Ada 65 Guru Non-ASN di Kota Semarang, Disdik Sebut Anggaran Tetap Aman hingga Akhir 2026 |
|
|---|
| Kecelakaan Berulang Silayur, Dishub Semarang Rencana Bangun Pos Uji KIR: Truk Tak Layak Putar Balik |
|
|---|
| Jejak Kerusakan Lingkungan di Semarang dari Era Kolonial hingga Ancaman Kota Tenggelam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/KERANDA-DAN-BATU-NISAN.jpg)