Berita Banjarnegara
Bangkrut Gegara Ikut Ritual Dukun, Usaha Simun Bersinar Usai Perbaiki Ikhtiar
Simun pernah tak percaya kesuksesan adalah buah dari proses kerja keras. Karenanya, ia yakin ada jalan pintas.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Simun pernah tak percaya kesuksesan adalah buah dari proses kerja keras. Karenanya, ia yakin ada jalan pintas.
Pertama kali merintis usaha warung nasi goreng di Bandung, 2004 lalu, ia frustasi karena dagangannya selalu sepi.
Berbanding terbalik dengan temannya, sesama penjual nasi goreng, dimana warungnya selalu ramai diserbu pembeli. Ia penasaran mengapa warung temannya bisa laris.
Warga Desa Beji Kecamatan Banjarmangu itu memberanikan diri untuk bertanya. Temannya blak-blakan mengaku menggunakan jasa dukun untuk melancarkan usahanya. Simun langsung mencoba mengikuti jejak temannya. Ia pergi ke dukun yang ditunjukkan temannya.
Simun menghadap sang dukun yang di depannya sudah siap panci tertutup lembar kulit kijang. Aura mistis mulai menyala. Simun ditanya keluh kesahnya. Sambil membaca mantra, sang dukun mulai menerawang.
“Saat disebut usaha saya nasi goreng, kulit kijang di panci diam saja. Tapi giliran disebut usaha gorengan, kulit itu terangkat. Kesimpulan dukun, berarti saya cocoknya jualan gorengan,”katanya, Sabtu (19/4/2025).
Simun mencoba mengikuti arahan dukunnya. Ia rela menutup usaha nasi goreng yang selama ini ia tekuni, lalu beralih menjual gorengan. Ia sampai mencari modal tambahan.
Tapi bukannya untung, saat dipraktikkan, ia malah selalu tombok karena gorengannya tidak laku dijual. Ia sampai kehabisan modal. Usaha gorengannya pun gulung tikar.
Ramalan sang dukun ternyata hanya tipuan. Namun Simun belum putus asa percaya paranormal. Ia masih berusaha mencari dukun lain yang lebih sakti.
Hingga ia menemukan dukun Jawa di lereng gunung terpencil Banjarnegara.
Sang dukun memberikan syarat dan ritual agar usahanya lancar. Ia harus mencampur makanan yang dia jual dengan kemenyan.
Simun juga wajib melakukan ritual. Ia harus menyalakan dupa sebelum berangkat jualan. Dupa yang ditaruh di gerobak harus ditunggu sampai mati, baru ia boleh jalan.
Simun menurutinya. Apapun akan dia lakukan asal bisa cepat sukses dan kaya. Saat teman-temannya sudah berkeliling jualan, Simun masih belum beranjak dengan gerobaknya. Ia menghadap dupa sampai nyalanya padam.
Ia menghabiskan beberapa waktu hanya untuk menyelesaikan ritual sebelum berangkat dagang.
Alih-alih omzetnya meningkat, dagangan Simun semakin sepi karena telat berangkat.
| Cuaca Cerah Berubah Mencekam, Puting Beliung Rusak 20 Rumah di Banjarnegara |
|
|---|
| Terekam CCTV Pelaku Teror Bom Molotov Kades Hoho Banjarnegara, Kabur Pakai Sepeda Listrik |
|
|---|
| Deretan Foto Mencekam Jalan Akses Menuju Dieng Tersisa Aspal Hanya 1 Meter via Karangkobar-Batur |
|
|---|
| BREAKING NEWS Longsor di Ratamba Banjarnegara, Akses Menuju Dieng Dialihkan Lewat Wanayasa-Pejawaran |
|
|---|
| Detik-detik Tanah Longsor Timpa 3 Rumah di Banjarnegara, Bocah 10 Tahun Jadi Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/LAYANI-PELANGGAN-Simun-memasak-mi-rebus-pesanan-pelanggan-di-warung.jpg)