Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Bangkrut Gegara Ikut Ritual Dukun, Usaha Simun Bersinar Usai Perbaiki Ikhtiar

Simun pernah tak percaya kesuksesan adalah buah dari proses kerja keras. Karenanya, ia yakin ada jalan pintas.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Choirul Muzaki
LAYANI PELANGGAN- Simun memasak mi rebus pesanan pelanggan di warungnya, Desa Kesenet Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Sabtu (19/4/2025). 


Simun memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk menopang usahanya. Ia bahkan mengaku sudah tiga kali mengakses modal ke BRI lewat program tersebut. 


Tidak sulit baginya mengakses KUR karena petugas atau mantri sudah mengetahui usahanya yang bisa diandalkan. 


“Saya sudah 3 kali ini, setelah lunas nambah lagi,”katanya


Menariknya, Simun punya cara tersendiri untuk memperbesar keuntungan. Ia tak hanya mengandalkan omzet warung untuk menentukan laba.


Berapapun omzetnya, jika modal produksi tinggi, maka laba bersih yang didapat minimal. 


Karena itu ia berusaha menekan modal agar keuntungan yang dia dapat lebih maksimal. 


Simun yang tinggal di desa punya beberapa petak lahan pertanian. Ia bersyukur, dari usaha nasi gorengnya, ia bisa membeli beberapa bidang tanah perkebunan.  


Di lahan itu, ia menanam berbagai komoditas sayur, khususnya untuk kebutuhan warungnya. Di antaranya cabai dan mentimun.  


“Saya tanam Cabai dan Mentimun, karena tiap hari saya beli itu untuk kebutuhan warung,”katanya


Dengan menanam sayur yang dia butuhkan, Simun berhasil menekan modal. Sayur yang biasanya dia beli dengan harga tinggi, kini tinggal memetik di kebun sendiir. 


Ia mencontohkan, saat harga cabai tak terkendali, misal mencapai Rp 100 perkilogram, pedagang makanan pedas sepertinya dipastikan menderita. 


Tapi dengan menanam cabai sendiri, ia tak pusing saat harga cabai selangit. 

Bahkan, ia bisa mendapat keuntungan lebih dengan menjual hasil panennya. 


“Untuk kebutuhan sendiri paling hanya seberapa. Sisanya tetap dijual,”katanya


Anto, salah satu pelanggan sekaligus teman, adalah saksi perjuangan Simun membangun usahanya dari nol. 


Ia mengaku sudah berlangganan di warung Simun sejak awal usaha tersebut dibuka. 


Ia melihat kegigihan Simun dalam merintis usaha yang luar biasa. Ia yang juga pernah berjualan makanan mengaku tak sekuat dan sesabar Simun dalam merintis usaha. 


Anto menceritakan, dulu ia terpaksa menutup usahanya yang baru dirintis karena tak tahan terus-terusan merugi. Karena tak sabar, ia pun gagal.


“Tapi Simun ini kuat dan sabar, meski setahun warungnya sempat tidak laku. Memang usaha itu butuh proses, dan tidak semua pelaku usaha kuat berproses seperti dia,”katanya


Yang membuat ia ketagihan makan di warung Simun adalah menu andalan mie nyemek. Ia mengakui mi rebus di warung Simun sangat lezat dengan ciri khas kuah kentalnya. 


Ditambah topping yang banyak, mulai sayur, mentimun, daging ayam, telur, hingga sosis, kelezatan masakan itu menjadi lengkap. 


Simun punya menu pembeda dari warung serupa di tempat lain, sehingga mejadi magnet bagi pelanggan. 


“Porsinya juga banyak, satu mangkuk bisa penuh. Jadi enak dan kenyang,”katanya

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved