Berita Purbalingga
Mobil Siaga Tidak Boleh untuk Angkut Jenazah, Kades Kradenan Purbalingga: Ini Hanya Miskomunikasi
Kepala Desa Kradenan, Sugayat menyebut ada miskomunikasi antara Pemerintah Desa dengan warga setempat terkait fungsi mobil siaga.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Kepala Desa Kradenan, Sugayat menyebut ada miskomunikasi antara Pemerintah Desa dengan warga setempat.
Hal ini terkait aksi demonstrasi warga di Kantor Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga pada Senin (21/4/2025).
Pihaknya menyebut, ada perbedaan fungsi antara mobil siaga dengan mobil ambulans.
Baca juga: Sukatani Tidak Suka Tambang, Aksi Band Punk Asal Purbalingga di Hari Kartini dan Hari Bumi di Pati
Baca juga: Warga Purbalingga Protes Mobil Siaga Tak Bisa Dipakai, Kades Dituding Tak Transparan
Kehendak Pemdes Kradenan, mobil siaga memang hanya difungsikan untuk melayani warga yang sakit.
Sedangkan mobil ambulans untuk mengangkut jenazah.
"Jadi mobil siaga itu sebenarnya memang bukan untuk melayani atau mengangkut jenazah," lanjutnya.
Selain fungsi, Sugayat juga menyampaikan alasan lain.
"Karena biasanya orang-orang juga takut jika mobil tersebut juga digunakan untuk angkut jenazah," jelasnya.
Tetapi karena kehendak warga menginginkan mobil siaga juga bisa untuk mengangkut jenazah, Pemdes Kradenan akan mengikutinya.
"Kalau masyarakat menghendaki seperti itu, kami persilakan, kami ikuti apa yang jadi kehendak mereka," lanjutnya.
Terkait hal ini juga, menurutnya, akan dijadikan pihaknya sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun peraturan desa (Perdes).
"Karena mobil siaga ini belum ada perdes, segera kami buatkan, terutama dari hasil audiensi dengan warga tadi," katanya.
Bagi Sugayat, ini hanya sebuah kebijakan yang mungkin juga masyarakat dalam menerimanya dengan asumsi lain.
Namun ke depan pihaknya akan kembali melakukan perbaikan layanan.
"Ini murni miskomunikasi, masyarakat mengira kami Pemdes tidak mau melayani," ujarnya. (*)
Baca juga: Pertamina Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Bencana Tanah Bergerak di Brebes
Baca juga: Penasehat Hukum Mbak Ita dan Alwin Basri Minta Kepala Bapenda Kota Semarang Ditetapkan Tersangka
Baca juga: Uang Insentif PNS Bapenda Kota Semarang Dipotong untuk Biayai Lomba Nasi Goreng
Baca juga: Dedy Yon Ikuti Sosialisasi 4 Pilar Wawasan Kebangsaan, Ketua MPR RI Memuji Warga Kota Tegal
Viral Jalan Aspal Senilai Rp 160 Juta di Purbalingga Ditumbuhi Rumput, Ternyata Dana Aspirasi Dewan |
![]() |
---|
Dinkes Purbalingga Jamin Anak Bebas Cacingan: Rutin Beri Obat Gratis dari Kemenkes |
![]() |
---|
Dulu Pasar Bojong Purbalingga Ramai Sekarang Sepi, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Kondisi Psikis Anak Bakar Rumah Gegara Tak Diberi Uang Rp200 Ribu di Purbalingga, Diduga Depresi |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Minta Uang Rp 200 Ribu Ga Diberi, Pemuda di Purbalingga Bakar Rumah Orangtuanya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.