Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kemenag Tanam 1.000 Pohon Matoa di Batang Peringati Hari Bumi

Kemenag Batang tanam 1.000 pohon matoa peringati Hari Bumi, distribusi dilakukan ke KUA dan madrasah negeri-swasta.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM/ DINA INDRIANI
TANAM POHON - Kepala Kantor Kemenag Batang, Mahrus bersama jajaran melaksanakan penanaman pohon matoa di MAN Batang, Selasa (22/4/2025).Di Kabupaten Batang, sebanyak 1.000 pohon matoa telah ditanam yang didistribusikan ke KUA dan Madrasah Negeri serta Swasta. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, Kementerian Agama (Kemenag) menginisiasi program penanaman satu juta pohon matoa di berbagai daerah.

Langkah ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam agar tetap berkelanjutan dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Di Kabupaten Batang, sebanyak 1.000 pohon matoa telah ditanam melalui Kemenag setempat.

"Di Batang sendiri ada 1.000 pohon yang akan ditanam, dimana didistribusikan ke Kantor Urusan Agama (KUA) serta madrasah negeri dan swasta," tutur Kepala Kantor Kemenag Batang, Mahrus, usai melaksanakan penanaman pohon matoa di MAN Batang, Selasa (22/4/2025).

Mahrus menjelaskan bahwa pemilihan pohon matoa bukan tanpa alasan.

"Karena matoa ini merupakan pohon endemik asal Papua yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan budaya yang tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Kaur Tata Usaha MAN Batang, Akhmad Farikhin, menyampaikan apresiasinya terhadap kepercayaan yang diberikan oleh Kemenag untuk menjadikan MAN Batang sebagai lokasi utama penanaman pohon matoa secara serentak.

"Kami sangat berterima kasih, karena ini tidak hanya mendukung keseimbangan alam tetapi juga memberi edukasi bagi anak-anak.

Mereka tidak hanya mengenal buah matoa dari pasar, tetapi juga memahami bagaimana pohon ini tumbuh dan berkontribusi pada lingkungan," ujarnya.

Farikhin menambahkan bahwa program ini selaras dengan proses yang sedang berjalan di MAN Batang sebagai madrasah adiwiyata.

Sehingga kehadiran pohon matoa semakin memperkuat konsep pendidikan berbasis lingkungan.

"Selain memberikan keteduhan bagi sekolah, ini juga menjadi pelajaran berharga bagi siswa tentang asal-usul dan manfaat ekologis pohon matoa," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved