Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Daftar Wilayah di Indonesia yang Sudah Masuk Musim Kemarau

Hal ini sesuai dengan keluh kesah warganet yang mengatakan kalau akhir-akhir ini terasa sangat panas

Editor: muslimah
Budi Susanto
Areal persawahan di tengah kemarau panjang di wilayah Mijen Kota Semarang, Jumat (6/10/2023). Areal persawahan tersebut kering dan ditinggal oleh petani. 

TRIBUNJATENG.COM - Berikut wilayah di Indonesia yang sudah masuk musim kemarau.

Hal ini sesuai dengan keluh kesah warganet yang mengatakan kalau akhir-akhir ini terasa sangat panas.

Baca juga: 2 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau, Kapan Puncak Kemarau di Jateng?

Warganet di media sosial X, dulunya Twitter ramai membahas cuaca yang terasa panas di pengujung April 2025. 

Beberapa warganet menggambarkan cuaca terasa panas itu serupa dengan sauna.

"EH HARI INI PANAS BANGET DAH AN**** RASANYA," tulis @100******, Minggu (27/4/2025).

"Sumpah ya hari ini berasa sauna seharian, panas buangetttt," ungkap warganet lain @ore*****.

Dikutip dari akun Instagram @infobmkg, Senin (28/4/2025), BMKG melaporkan bahwa wilayah Indonesia mengalami indeks ultraviolet sinar Matahari yang sangat tinggi, yakni 8-9 pada Senin pukul 10.00 WIB.

Indeks ultraviolet sinar Matahari 8-9 termasuk ke dalam kategori bahaya sangat tinggi di mana kulit yang terpapar sinar Matahari tanpa pelindung dapat rusak dan terbakar dengan cepat.

Lantas, apa penyebab cuaca panas di Indonesia?

Apakah benar karena Indonesia sudah memasuki musim kemarau 2025?

Penjelasan BMKG soal cuaca panas di Indonesia

Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, mengatakan cuaca panas yang terasa di pengujung April 2025 disebabkan karena beberapa faktor.

Salah satunya adalah kondisi peralihan musim dari hujan ke kemarau.

"Cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia masih dipengaruhi oleh pola peralihan musim. Kondisi ini ditandai dengan suhu terik pada pagi hingga siang hari yang diikuti oleh potensi hujan lokal pada sore hingga malam hari," terang Ida, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.

Selain itu, langit yang cerah tanpa banyak awan juga menyebabkan udara terasa lebih panas dari biasanya.

Tidak adanya awan tersebut membuat sinar Matahari ke Bumi menjadi maksimal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved