Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Senyum Ibnu Bisa Belajar dan Berlatih Pantomim di Kelas baru SDN 1 Bedono

Ahmad Ubaidilah Ibnukarim bangun lebih pagi dari biasanya. Murid kelas 5 SD itu berangkat mengayuh sepeda dengan membawa tas hitam

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
Rezandra
AKTIVITAS KELAS - Ibnu dan temannya yang bersekolah di SD N 1 Bedono, sedang berlatih pantomim di dalam kelas baru yang lebih layak sambil diawasi oleh Sukardi seorang wali murid kelas 5 di sekolah tersebut. /TRIBUNJATENG.COM/REZANDA AKBAR D. 

Tentu tak mudah melatih di bawah kolong dengan gerakan ekspresif di tempat yang bahkan tak bisa digunakan untuk berpijak dengan baik.

“Kalau di bawah kolong, susah. Nggak bisa gerak bebas, tanahnya keras, nggak rata, banyak pasir. Kalau injek kuat dikit, debunya naik semua," katanya.

Hari ini, Ibnu dan murid lainnya tidak belajar seperti biasa. Mereka gotong royong. Meja dan kursi diangkat dari bawah kolong ke ruang kelas. 

Kaca-kaca dibersihkan, lantai plesteran semen disapu dan dipel, agar tak 'ngeres'. Ibnu juga semangat mengelap jendela kelasnya. 

Dia ingin ruangan itu bersih saat nanti benar-benar digunakan.

Wali kelas 5 SD Negeri 1 Bendono Demak, Sukardi mengatakan saat ini kegiatan belajar mengajar belum full.

“Besok kami mulai kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Hari ini belum efektif, kami bersih-bersih dulu," katanya.

Dia menyebut respon anak-anak dan guru sebagai bentuk kebahagiaan yang telah lama ditunggu. 

“Ini sudah jadi penantian,” ujarnya.

Gedung sekolah baru ini jadi awal yang baik bagi SDN 1 Bedono. Bangunan sebelumnya rusak dan akhirnya digusur sebagai dampak proyek pembangunan Tol Semarang–Demak.

Sekolah itu telah dibangun dengan gedung baru yang lebih tinggi untuk menghindari banjir rob yang rutin datang. 

“Sekarang enak, udah tinggi, nyaman banget. Kalau dulu, sering kebanjiran karena rob," katanya.

Para murid kini bisa kembali duduk di bangku kelas seperti anak-anak lainnya di sekolah yang layak. 

Mereka bisa menulis tanpa debu, mendengar penjelasan guru tanpa terganggu angin laut, dan berlatih pantomim tanpa terpeleset pasir.

Tapi yang ia alami selama dua bulan terakhir, tak mudah dilupakan. Dimana para murid sempat dicabut hak belajarnya oleh hal yang semestinya bisa diselesaikan lebih cepat. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved