Berita Blora
Waspada DBD! Dinkes Blora Catat Hingga Maret 2025 Ada Puluhan Kasus DBD, Satu Orang Meninggal
Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mencatat hingga Maret 2025, angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Blora mencapai puluhan kasus
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mencatat hingga Maret 2025, angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Blora mencapai puluhan kasus.
DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypty.
Kepala Dinkesda Blora, Edy Widayat, menyampaikan hingga Maret 2025, sudah ada 78 kasus DBD di Blora.
"Dari data kami sampai Maret 2025 ada 78 kasus, dan 1 orang meninggal dunia akibat DBD," jelasnya, Sabtu (10/5/2025).
Oleh karena itu, Edy meminta masyarakat selalu waspada dengan penyakit demam berdarah.
Edy juga mengimbau kepada masyarakat apabila ada anggota keluarga atau tetangganya yang mengalami gejala panas, nyeri ulu hati dan timbul bintik merah untuk segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Ikuti prosedur dan aturan dari tenaga kesehatan. Kalau memang waktunya kontrol ya kontrol. Apalagi situasi seperti ini kondisi musim hujan bisa saja terjadi peningkatan kasus," terangnya.
Selain itu, pihaknya mengajak masyarakat Blora untuk menekan angka kasus DBD di Blora pada 2025 ini.
Di antaranya dengan melakukan kerja bakti kebersihan lingkungan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
"Mari selalu jaga kebersihan untuk mencegah penyakit demam berdarah," terangnya.
Beberapa cara yang bisa dilakukan, kata Edy, dengan menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air
seperti bak mandi dan drum.
Lalu, tutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, dan lainnya. Kemudian masyarakat juga bisa mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti botol bekas, ban bekas.
"Kemudian, jangan lupa untuk memantau wadah air yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti, mengganti air vas bunga seminggu sekali, mengeringkan air di alas pot bunga, hingga memperbaiki saluran air," paparnya.(Iqs)
| Pendapatan Sektor Parkir Blora yang Dikelola Dinrumkimhub Capai Rp300 Juta Triwulan Pertama 2026 |
|
|---|
| Ngamuk Minta Karaoke Gratis dan Bawa Nama Prabowo, Sunoto Kini Dipecat dari GRIB Jaya |
|
|---|
| Lupa Matikan Kompor Saat Memasak, Rumah Warga Muraharjo Blora Terbakar |
|
|---|
| Istri di Blora Histeris Temukan Petani Telungkup di Sawah, Cangkul Berdiri di Dekatnya |
|
|---|
| PKL Alun-alun Blora Tolak Relokasi, Begini Rencana Bupati Arief Rohman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/KASUS-DBD-Kepala-Dinkes-Blora-Edy-Widayat-Tren-kasus-DBD-di-Blora-se.jpg)