Berita Blora
Ancaman Tegas Wabup Blora ke Mitra Dapur SPPG: Lengkapi Sertifikat Jika Tidak Akan Ditutup
Puluhan mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Blora dikumpulkan di ruang Pertemuan
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Puluhan mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Blora dikumpulkan di ruang Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Rabu (1/10/2025) siang.
Para mitra itu diberikan arahan oleh Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Blora untuk segera melengkapi berbagai persyaratan yang diminta oleh Badan Gizi Nasional (BGN), seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga sertifikat halal.
Pasalnya, diketahui dari puluhan dapur SPPG yang telah beroperasi, baru satu dapur yang memiliki SLHS.
Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini menegaskan seluruh mitra dapur SPPG Blora diberi waktu satu bulan untuk melengkapi SLHS dan lainnya.
"Kami beri waktu sampai akhir bulan Oktober untuk pengurusan, semuanya ini akan dipermudah."
"Kalau bulan November saya ngecek di lapangan tidak ada, saya akan tutup sementara (dapurnya) dan itu sudah disepakati bersama tadi," katanya yang juga sebagai Wakil Bupati Blora, saat ditemui usai Rapat Koordinasi di Ruang Pertemuan Setda.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengatakan jumlah dapur SPPG di Blora yang sudah beroperasi per 1 Oktober 2025 sebanyak 51 dapur.
"Dan untuk yang sudah memiliki SLHS itu baru satu yaitu di dapur SPPG khusus Blora," terangnya.
Lebih lanjut, Artika mengeklaim sejak mitra mau mendirikan dapur untuk segera mengurus kelengkapannya seperti SLHS.
Namun, menurutnya banyak mitra tidak mengindahkan imbauannya tersebut.
"Memang sejak awal sudah ada peraturan untuk memiliki SLHS, untuk mitra-mitra sudah kami tekankan segera membuat namun mungkin karena ada kendala dan lainnya mereka mungkin baru sempat sekarang," jelasnya.
Artika menyebut mitra-mitra berkomitmen untuk segera mengurus SLHS, sertifikat halal, sesuai dengan waktu yang telah disepakati.
Menurutnya para mitra juga telah menyepakati jika sampai batas waktu yang ditentukan, mereka belum melengkapi persyaratan tersebut, dapur SPPG yang dikelola akan dihentikan sementara.
"Ya, kita tadi diberikan waktu dan diberikan kemudahan juga untuk pengurusan SLHS dari Dinas Kesehatan, ada waktu 1 bulan. Kemudian juga sertifikat halal harus punya."
"Kalau dalam 1 bulan mereka tidak melengkapi, ya kesepakatannya tadi, akan diberhentikan sementara," paparnya.(Iqs)
| Sidak Pasar Pon Blora, Bupati Arief Rohman Pastikan Hewan Kurban dalam Kondisi Sehat dan Layak Jual |
|
|---|
| TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung di Japah Blora, Harap Akses Lebih Lancar |
|
|---|
| Lahan 77 Hektar Disiapkan untuk Pembangunan Yonif TP di Blora, Bagaimana Nasib Petani Penggarap? |
|
|---|
| Perbaikan Jembatan Garuda di Desa Jati Blora Rampung Dikerjakan, Akses Warga Kembali Lancar |
|
|---|
| BPR BKK Blora Setor Dividen Rp9 Miliar, Bupati Arief Rohman: Bukti Dikelola Profesional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251002_mbg-blora.jpg)