Jawa Tengah
Operasi Preman, Polda Jateng Tangkap Pentolan Pemuda Pancasila Blora dan GRIB Semarang
Polda Jawa Tengah menangkap sejumlah pentolan organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila dan GRIB Jaya Kota Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Polda Jawa Tengah menangkap sejumlah pentolan organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila dan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Semarang.
Namun, polisi belum membeberkan detail kasus yang melibatkan dua ormas tersebut.
"Betul, kami lakukan penangkapan terhadap ketua PP (Pemuda Pancasila) Blora dan beberapa orang GRIB Ketua DPC Semarang," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio kepada Tribun, Minggu (18/5/2025).
Menurut Dwi, para pentolan ormas tersebut sudah ditahan. "Ya kita lakukan penahanan," ungkapnya.
Baca juga: Inilah 11 Mobil Mewah Milik Japto Soerjosoemarno Pemuda Pancasila Disita KPK: 2 Mobil Rp 5,2 Miliar
Baca juga: Sekjen GRIB Jaya: Jika Ada Anggota Kami yang Bandel, Tangkap Saja!
Kendati telah melakukan penahanan, Dwi masih enggan membeberkan siapa identitas pihak yang ditangkap dan kasus yang menyangkut ormas tersebut.
"Mereka (dua ormas yang ditangkap) terlibat dua kasus yang berbeda. Detail kasus bisa konfirmasi ke Kabid Humas," katanya.
Terpisah, Tribun telah mengkonfirmasi ke Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Artanto. Namun, dia enggan membeberkan detail penangkapan ormas tersebut. "Saya cek dulu," katanya saat dikonfirmasi Tribun.
Ada 174 Preman Ditangkap
Polda Jawa Tengah telah menangkap ratusan preman dalam Operasi Aman Candi 2025 yang dimulai sejak 12 Mei 2025 lalu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng Kombes Artanto menyebut, preman yang telah ditangkap sebanyak 174 orang selama lima hari operasi. "Iya sudah ada 174 preman ditangkap," katanya kepada Tribun, Sabtu (17/5/2025).
Tak menutup kemungkinan jumlah preman yang ditangkap bakal terus bertambah karena operasi bakal berakhir pada akhir Mei 2025.
Artanto mengungkapkan, operasi ini dilakukan sebagai upaya memberantas premanisme agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terkendali.
Selian itu, operasi preman juga bertujuan agar iklim investasi yang di Jawa Tengah kembali nyaman bagi pengusaha.
"Iya operasi ini agar menciptakan iklim investasi yang nyaman bagi pengusaha di Jateng," jelasnya.
Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Dwi Subagio mengatakan, telah menindak sebanyak 26 kasus berkaitan dengan premanisme. Puluhan kasus itu terjadi di berbagai daerah di Jawa Tengah. Mayoritas para pelaku melakukan tindakan kejahatan berupa memeras kontraktor hingga korban merugi jutaan rupiah. "Kami tangkap pula para pelaku pungutan liar yang memalak pengguna jalan," katanya, Sabtu (17/5/2025).
| Kredit Perbankan Jateng Tertekan, OJK Waspadai Dampak Global dan Lonjakan NPL UMKM |
|
|---|
| 17 Ribu Hektare Lahan Sawah di Jateng Beralih Fungsi Selama 2025, Produksi Beras Berpotensi Turun |
|
|---|
| Sosok Mayat Tanpa Identitas Diduga Korban Pembunuhan di Sragen, Janda Asal Blora |
|
|---|
| Kunjungan Wisata di Beberapa Daerah di Jateng Turun, Ekonomi Masyarakat Melemah |
|
|---|
| "Yang Bisa Gowes Silakan Gowes" Wali Kota Semarang Tanggapi Imbauan Gubernur Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PEMBERANTASAN-PREMAN-Polisi-menangkap-preman-yang-suka.jpg)