Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Sebelumnya Sangar, Dandung Satpam KIK Kendal Arogan Tendang PKL Kini Minta Maaf

Dandung, seorang petugas keamanan outsourcing yang sempat viral usai aksinya menendang lapak Pedagang

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
MINTA MAAF - Satpam pelaku penendang lapak dagangan PKL di Kawasan Industri Kendal (KIK) bernama Dandung (baju hitam) menjabat tangan Ibu Subiah (korban) seusai mediasi di Mapolres Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dandung, seorang petugas keamanan outsourcing yang sempat viral usai aksinya menendang lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) terekam kamera, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Peristiwa tersebut terjadi di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan memicu reaksi luas di media sosial.

Dalam upaya menyelesaikan persoalan secara damai, Dandung didampingi perwakilan PT Bima—penyedia jasa sekuriti tempat ia bekerja—yakni Alwi Subeki, mendatangi Mapolres Kendal pada Selasa (28/5/2025).

Kehadiran mereka bertujuan mengikuti proses mediasi dengan korban, Subiah, pedagang asal Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu.

Proses mediasi yang berlangsung selama sekitar 30 menit itu dipimpin langsung oleh Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Mororejo Hisam Ali yang mendampingi korban, serta perwakilan dari pihak KIK.


"Dari hasil mediasi yang disaksikan pihak desa dan manajemen KIK, tidak ada tuntutan dan kedua belah pihak sudah saling memaafkan,”


"Pak Dandung selaku pelaku juga sudah meminta maaf atas tindakannya. Demikan dengan Bu Subiah dan suaminya juga sudah memaafkan Pak Dandung." terang AKBP Hendry Susanto Sianipar, Rabu (28/5/2025).


Hendry mengungkapkan, penyedia jasa sekuriti sebenarnya siap untuk bertanggungjawab jawab dan mengganti kerugian yang dialami korban.


Namun, Kapolres melanjutkan bahwa korban tidak menuntut kerugian karena tidak ada barang yang rusak.


"Ibu Subiah dan suami menolak ganti rugi, tidak ada lapak miliknya yang rusak," paparnya.

TENDANG GEROBAK - Oknum komandan satpam menendang gerobak milik pasutri yang mengais nafkah menjadi PKL di Kawasan Industri Kendal (KIK) pada Senin (26/5/2025) sore. Saat ini, kejadian itu sudah dimediasi bersama pihak terkait dan akan dilakukan mediasi lanjutan pada Rabu (28/5/2025) di Polres Kendal.
TENDANG GEROBAK - Oknum komandan satpam menendang gerobak milik pasutri yang mengais nafkah menjadi PKL di Kawasan Industri Kendal (KIK) pada Senin (26/5/2025) sore. Saat ini, kejadian itu sudah dimediasi bersama pihak terkait dan akan dilakukan mediasi lanjutan pada Rabu (28/5/2025) di Polres Kendal. (DOKUMENTASI FACEBOOK WARGA KENDAL)


Kapolres menambahkan, pihak korban juga telah mencabut laporan yang telah dilayangkan ke Polres Kendal atas kasus ini.


"Laporan aduan korban ke Polres Kendal sudah dicabut oleh korban, tanpa ada paksaan ataupun intimidasi. Semua sudah berakhir damai, dan saling memaafkan," ungkapnya.


Perwakilan PT KIK, John F. Tuhupuring selaku Head of Township Management, menyampaikan rasa terima kasih kepada Polres Kendal atas mediasi cepat yang dilakukan.


Pihak KIK juga berkomitmen untuk merangkul para pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di kawasan industri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved