Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Sebelumnya Sangar, Dandung Satpam KIK Kendal Arogan Tendang PKL Kini Minta Maaf

Dandung, seorang petugas keamanan outsourcing yang sempat viral usai aksinya menendang lapak Pedagang

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
MINTA MAAF - Satpam pelaku penendang lapak dagangan PKL di Kawasan Industri Kendal (KIK) bernama Dandung (baju hitam) menjabat tangan Ibu Subiah (korban) seusai mediasi di Mapolres Kendal. 


Ke depan, pedagang akan disiapkan tempat khusus agar dapat berjualan dengan lebih tertib dan tidak mengganggu aktivitas kawasan. 


“Kami sangat menghargai peran Kapolres Kendal yang mampu menjembatani agar masalah ini tidak melebar. Meski kemarin sempat memanas, tapi bisa dikendalikan dengan baik,” ujarnya.


Kepala Desa Wonorejo, Hisam Ali, juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Kapolres Kendal dalam menyelesaikan persoalan tersebut.


“Meskipun sempat viral di media sosial, namun dengan mediasi ini kami berharap kasus serupa tidak terulang lagi. Kami tetap menghormati keputusan yang telah disepakati bersama,” tandasnya.

Sebelumnya, Polisi merespons cepat adanya peristiwa oknum satpam yang bertindak arogan saat menertibkan dagangan PKL di Kawasan Industri Kendal (KIK). 


Video berdurasi 24 detik itu sebelumnya viral di media sosial, yang memperlihatkan oknum satpam menendang gerobak milik PKL.


Alih-alih diberi kesempatan berdialog, pasutri PKL tersebut justru mendapatkan cacian dan makian dari pria berseragam yang diduga sebagai oknum komandan satpam.


Dalam video itu, sang istri tampak ketakutan, bahkan jatuh saat mencoba mengamankan dagangannya, tanpa satu pun petugas yang menunjukkan empati.


Bahkan, oknum komandan satpam yang bersangkutan malah berbalik meninggalkan lokasi tanpa memberi bantuan kepada korban yang terjatuh.


Aksi tersebut terekam jelas dan menyulut kemarahan publik yang ramai-ramai mengecamnya di media sosial.


"Manusia bukan kalian, hei manusia bukan. Kalau manusia punya otak, tau enggak. Angkat ini angkat," ucap oknum petugas dalam videonya


Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar menegaskan akan melakukan mediasi lanjutan atas konflik tersebut.


Langkah ini diambil sebagai bentuk kesigapan Polres Kendal dalam menangani persoalan tersebut agar tidak berkepanjangan.


Mediasi akan melibatkan pihak terkait dan dilaksanakan di Polres Kendal pada Rabu (28/5).


“Sudah dilakukan mediasi awal dengan korban, pengelola kawasan industri, dan pihak desa. Besok yang lanjutannya di Polres Kendal," kata Kapolres, Selasa (27/5/2025) sore.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved