Semarang
Melancong ke Masa Lalu: Semarak Kebaya di Kota Lama Semarang
Rani Wulandari (27), wisatawan asal Bekasi, melangkah perlahan bersama suaminya. Mereka baru saja menyambangi Lawang Sewu.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rani Wulandari (27), wisatawan asal Bekasi, melangkah perlahan bersama suaminya. Mereka baru saja menyambangi Lawang Sewu, dan menjelang senja di libur Iduladha, memutuskan menepi sejenak berhenti bukan hanya untuk berfoto, tapi untuk meresapi atmosfer zaman dulu di Kota Lama Semarang.
Kota Lama Semarang tak hanya menyimpan jejak arsitektur kolonial, tetapi juga menyulap setiap langkah pengunjung menjadi potongan gambar bernuansa nostalgia.
Dalam balutan kebaya klasik dan beskap bergaya Jawa-Solo, para wisatawan kini ramai-ramai mengabadikan momen mereka di antara bangunan tua dan lorong-lorong ikonik Kota Lama.
Dengan kebaya merah hati yang kontras dengan pucat dinding kolonial, dan rambut yang digelung manis, Rani berpose di sudut Taman Srigunting.
Gaya klasik bertemu semangat zaman kini. Semua fotonya, ia unggah segera ke media sosial.
"Tadinya cuma ingin jalan-jalan dan hunting foto. Tapi pas lihat banyak yang pakai kebaya di Kota Lama, saya langsung tertarik. Apalagi bisa langsung sewa plus fotografernya, jadi praktis banget," ujar Rani yang tampil anggun di bawah bangunan merah bertuliskan Marba, Minggu (8/6/2025).
Ia mengaku kagum dengan suasana Kota Lama yang mendukung nuansa klasik, dan hasil fotonya pun langsung dibagikan kepadanya untuk dia upload di medsosnya
"Rasanya seperti masuk ke masa lalu. Foto-fotonya juga cantik semua. Next time pasti saya ajak keluarga besar," tambahnya.
Di balik tren ini, ada nama Hero Kreatif – Sudut Kota Lama, sebuah layanan persewaan busana dan fotografi yang menjadi pilihan utama wisatawan maupun warga lokal.
Ayunin, manajer manajemen Hero Kreatif, menyebut tren ini mulai ramai sejak akhir 2022.
"Awalnya kita cuma buka untuk private prewedding, tapi karena permintaan tinggi, akhirnya kita buka untuk umum," katanya Ayunin kepada Tribunjateng.com.
"Sekarang banyak juga yang datang dadakan, apalagi kalau lagi musim liburan seperti Iduladha ini," sambungnya.
Hero Kreatif menyediakan lebih dari 50 set busana, dari kebaya tile, blue tile, hingga gaun Belanda dan beskap untuk pria. Paket sewa Rp125 ribu per orang sudah termasuk sesi foto 25 menit dan minimal 15 foto soft file.
Spot favorit untuk foto antara lain Taman Srigunting, Gereja Blenduk, dan Rumah Akar. Semua tempat itu berada dalam radius jalan kaki, dengan latar kolonial yang estetik dan penuh nuansa klasik.
"Pernah pas long weekend semua busana habis. Bahkan ada yang dari luar Jawa seperti Kalimantan, Lampung, sampai Aceh. Kalau dari luar negeri juga ada, biasanya pasangan mix yang lagi liburan ke Indonesia," kata Ayunin.
| Cerita Warga Kalialang Didatangi Gerombolan Monyet: Bedol Singkong hingga Ngopi di Pos Ronda |
|
|---|
| Cerita di Balik Tim 'Pemburu Mayat' Semarang: Pernah Kumpulkan Potongan Jenazah |
|
|---|
| Ratusan Hektar Tambak di Mangunharjo Terdampak Rob, Produksi Ikan Menurun |
|
|---|
| Pawai Ogoh-Ogoh Bakal Digelar di Semarang, Catat Tanggal dan Rutenya! |
|
|---|
| BRI Sisipkan Edukasi Literasi Keuangan saat Gelar Youth Champions League Semarang 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/BERFOTO-Sejumlah-wisatawan-di-Kota-Lama-Semarang-mengenakan-pakaian-kebaya.jpg)