Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Digitalisasi Tak Menyentuh Pedagang Tua, Cerita Pedagang Pakaian di Pasar Manis Purwokerto

Kondisi para pedagang pakaian di Pasar Manis, Purwokerto semakin memprihatinkan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
PEDAGANG PAKAIAN - Suasana lengang di lantai 2 seorang pedagang Pangkun (61), yaitu pedagang pakaian yang sudah berjualan sejak tahun 1998 saat berada di kios dagangannya, Senin (9/6/2025). Digitalisasi jadi tantangan besar bagi pedagang pasar tradisional. 


Ketika ditanya soal kemungkinan jualan lewat platform online, ia tidak mampu. 


"Saya tidak bisa, gak ngerti sama sekali soal jualan online," jelasnya. 


Pemandangan lantai dua Pasar Manis, Purwokerto memang mencerminkan kelesuan itu. 


Dari deretan kios pakaian, kini hanya tersisa sekitar enam pedagang di lantai 2.


Bahkan, tiga di antaranya sedang tutup. 


Padahal, mereka menjual berbagai jenis pakaian yang didapat dari supplier dari Bandung dan Jakarta.


"Kalau bisa, di Pasar Manis itu ada pengeras suara atau pengumuman gitu jadi kalau di atas ada yang jualan baju. 


Jadi pembeli diarahkan juga," harap Pangkun.


Nasib serupa juga dialami Sunarto (74), pedagang pakaian lain yang menempati kios di lantai satu. 


Ia mulai berjualan sejak tahun 1990-an, bahkan sebelum Pasar Manis direnovasi seperti sekarang.


"Dulu ramai, sekarang, lebaran pun sepi. 


Kadang-kadang cuma laku satu baju," keluhnya.


Sunarto yang sudah lanjut usia juga tidak mampu mengikuti arus digitalisasi. 


Ia bahkan mengaku masih bingung menggunakan telepon genggam.


"Pegang HP saja bingung, apalagi kalau harus jualan online. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved