Berita Banyumas
Digitalisasi Tak Menyentuh Pedagang Tua, Cerita Pedagang Pakaian di Pasar Manis Purwokerto
Kondisi para pedagang pakaian di Pasar Manis, Purwokerto semakin memprihatinkan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
Ketika ditanya soal kemungkinan jualan lewat platform online, ia tidak mampu.
"Saya tidak bisa, gak ngerti sama sekali soal jualan online," jelasnya.
Pemandangan lantai dua Pasar Manis, Purwokerto memang mencerminkan kelesuan itu.
Dari deretan kios pakaian, kini hanya tersisa sekitar enam pedagang di lantai 2.
Bahkan, tiga di antaranya sedang tutup.
Padahal, mereka menjual berbagai jenis pakaian yang didapat dari supplier dari Bandung dan Jakarta.
"Kalau bisa, di Pasar Manis itu ada pengeras suara atau pengumuman gitu jadi kalau di atas ada yang jualan baju.
Jadi pembeli diarahkan juga," harap Pangkun.
Nasib serupa juga dialami Sunarto (74), pedagang pakaian lain yang menempati kios di lantai satu.
Ia mulai berjualan sejak tahun 1990-an, bahkan sebelum Pasar Manis direnovasi seperti sekarang.
"Dulu ramai, sekarang, lebaran pun sepi.
Kadang-kadang cuma laku satu baju," keluhnya.
Sunarto yang sudah lanjut usia juga tidak mampu mengikuti arus digitalisasi.
Ia bahkan mengaku masih bingung menggunakan telepon genggam.
"Pegang HP saja bingung, apalagi kalau harus jualan online.
BREAKING NEWS: Ribuan Orang Geruduk Kantor Bupati Banyumas, Pendopo Dilempari dan Gerbang Ambruk |
![]() |
---|
Wayang dari Limbah Kertas Semen, Inovasi Dosen Amikom Purwokerto Gaungkan Tradisi Ramah Lingkungan |
![]() |
---|
Polresta Banyumas dan PWI Tanam Pohon di Kalipagu, Dorong Gerakan Sedekah Oksigen |
![]() |
---|
Cuaca Masih Labil, Warga Banyumas Diminta Waspada Hujan Sedang-Lebat hingga Akhir Agustus |
![]() |
---|
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Profesor, Unsoed Telah Rekomendasikan Sanksi ke Kemdiktisaintek |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.