Berita Banyumas
Digitalisasi Tak Menyentuh Pedagang Tua, Cerita Pedagang Pakaian di Pasar Manis Purwokerto
Kondisi para pedagang pakaian di Pasar Manis, Purwokerto semakin memprihatinkan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
Gak bisa saya," jelasnya.
Tantangan Digitalisasi dan Solusi Kolaboratif
Fenomena ini mendapat perhatian dari akademisi Joni Prayogi, S.Si., M.Sc, Kepala Laboratorium Digital Marketing Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman.
Ia menyebutkan bukan hanya pedagang pasar, tetapi juga pelaku UMKM mengalami hambatan serupa.
"Mereka memang terbatas dalam kemampuan digital, karena selama ini fokusnya hanya pada jualan saja," katanya Joni saat dihubungi.
Namun, menurutnya, bukan berarti para pedagang harus memaksa diri langsung go digital.
Ia mengusulkan agar ada peran digital agency yang diisi oleh anak muda lokal untuk membantu memasarkan produk mereka secara online.
"Yang penting produknya bisa tampil di marketplace atau media sosial.
Pedagang tetap jualan seperti biasa, tapi ada tim khusus yang bantu digitalisasi," jelasnya.
Lebih lanjut, Joni mendorong adanya kolaborasi antara pengelola pasar, dinas perdagangan, dan perguruan tinggi.
Kampus, katanya, bisa menjadi tempat belajar digital marketing sekaligus praktik langsung.
"Pengelola pasar bisa buat aplikasi sederhana atau bahkan grup WhatsApp untuk para pedagang, sebagai langkah awal.
Lalu bisa dikembangkan lebih lanjut," tambahnya.
Menurutnya, kesuksesan pasar tradisional di era digital tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga pada kemampuan adaptasi terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat terutama generasi muda.
Selain digitalisasi, Joni juga menekankan pentingnya edukasi tentang pengelolaan keuangan bagi para pedagang.
Sosialisasi tentang pencatatan arus kas, manajemen stok, dan interaksi dengan pemasok menurutnya perlu dilakukan secara bersamaan.
"Jualan itu tidak cuma soal laku atau tidak, tapi juga bagaimana mengatur keuangan dengan benar.
Hal-hal seperti ini juga harus diajarkan," imbuhnya. (jti)
BREAKING NEWS: Ribuan Orang Geruduk Kantor Bupati Banyumas, Pendopo Dilempari dan Gerbang Ambruk |
![]() |
---|
Wayang dari Limbah Kertas Semen, Inovasi Dosen Amikom Purwokerto Gaungkan Tradisi Ramah Lingkungan |
![]() |
---|
Polresta Banyumas dan PWI Tanam Pohon di Kalipagu, Dorong Gerakan Sedekah Oksigen |
![]() |
---|
Cuaca Masih Labil, Warga Banyumas Diminta Waspada Hujan Sedang-Lebat hingga Akhir Agustus |
![]() |
---|
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Profesor, Unsoed Telah Rekomendasikan Sanksi ke Kemdiktisaintek |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.